Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Kaltim tekankan edukasi dalam konvergensi penanganan stunting

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 16:20 WIB | Oleh:
Pemprov Kaltim tekankan edukasi dalam konvergensi penanganan stunting Doc: ANTARA/M Ghofar
Ket. Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA, Perekonomian Daerah dan Kesejahteraan Rakyat Arief Mardiyatno.

Samarinda -- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberi penekanan kuat tentang pentingnya edukasi dalam konvergensi penanganan stunting, baik edukasi terkait pola konsumsi, pola asuh, pentingnya sanitasi, hingga pemahaman tentang 1.000 hari pertama kehidupan pada anak.

"Dalam konvergensi ini tentu dilakukan intervensi stunting secara terkoordinasi, terintegrasi, dan bersama-sama dengan perencanaan dan target terukur," kata Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDA, Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat Arief Mardiyatno di Samarinda, Minggu.

Hal ini menjadi penekanan karena saat ini prevalensi stunting di Kaltim masih tergolong tinggi yang tercatat 22,02 persen, sementara target minimal yang ingin dicapai di akhir tahun ini adalah turun menjadi 14 persen.

Stunting terjadi bukan hanya permasalahan gizi, namun banyak faktor lain yang mempengaruhi, seperti masalah air bersih, sanitasi, faktor ekonomi, hingga pola asuh yang kurang tepat, sehingga semua ini diperlukan edukasi terus menerus dan melibatkan banyak sektor.

Terkait gizi misalnya, pola konsumsi masyarakat sudah berubah, dari yang dulunya sering mengonsumsi makanan lokal yang segar seperti jagung, pisang, ubi, sayur, ikan, dan daging, namun kini banyak memilih makanan cepat saji maupun makanan yang mengandung banyak pengawet, sehingga secara gizi sudah berkurang.

Sementara makanan segar seperti telur, daging ayam, daging sapi, buah, sayur segar dan sejenisnya yang memiliki kandungan gizi tinggi, justru banyak yang kurang suka, sehingga hal ini bisa menyebabkan anak kurang gizi maupun stunting.

Kemudian terkait edukasi pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai dari anak masih dalam kandungan (9 bulan/ 270 hari) hingga anak lahir sampai berusia dua tahun (730 hari), yakni di masa ini asupan gizi bagi ibu dan anak harus cukup, sehingga mampu menopang pertumbuhan organ hingga perkembangan otak anak.

Penanganan 1.000 hari pertama kehidupan pada anak ini merupakan hal penting, karena di sinilah kuncinya untuk menjadikan anak tumbuh sehat, cerdas, dan tidak stunting, sehingga banyak pihak dilibatkan dalam edukasi ini, mulai organisasi perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, BKKBN, hingga kader posyandu.

"Selain itu, edukasi dan pemberian vitamin A juga dilakukan pada remaja putri dan calon pengantin, karena mereka ke depan akan menjadi ibu bagi anak-anaknya, sehingga mereka harus disiapkan sejak kini tentang pola konsumsi, pola asuh, kesehatan, dan lainnya," kata Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.