Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Cianjur Berupaya Wujudkan UHC pada 2025

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Cianjur Berupaya Wujudkan UHC pada 2025 Doc: Antara
Ket. Bupati Cianjur Jawa Barat Mohammad Wahyu Ferdian.

Cianjur - Pemerintah Kabupaten Cianjur Jawa Barat melakukan berbagai cara untuk meraih Universal Health Coverage (UHC) BPJS Kesehatan, agar dapat diterapkan di seluruh layanan kesehatan di Cianjur, di mana warga cukup membawa Kartu Tanda Penduduk saat mengakses layanan kesehatan.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian di Cianjur Minggu (22/6), mengatakan, pihaknya masih mencari solusi terkait dicoretnya ratusan ribu warga Kabupaten Cianjur sebagai penerima BPJS PBI JK sehingga target UHC terancam gagal diterapkan pada Juli 2025.

"Kami mengupayakan solusi lain dengan harapan UHC dapat diterapkan tahun ini, kami belum tahu apa alasan dicoretnya 126 ribu penerima BPJS PBI JK di Cianjur, sehingga persentase peserta BPJS Kesehatan di Cianjur menurun," katanya.

Pihaknya meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, melakukan sejumlah langkah salah satunya memenuhi kuota kepesertaan BPJS Kesehatan PBI JK yang belum sesuai dengan persyaratan untuk meraih status UHC.

"Kami akan mencari berbagai cara agar UHC tetap dapat berjalan di tahun 2025, syarat yang masih kurang dapat dipenuhi dalam waktu dekat," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Yusman Faisal, mengatakan pihaknya sudah menganggarkan penambahan peserta BPJS Kesehatan PBI JK atau peserta yang iurannya dibayarkan pemerintah sebanyak 372 ribu orang dengan anggaran Rp84 miliar.

Bahkan berdasarkan data dari 2,6 juta penduduk Cianjur sudah tercapai target 98,6 persen peserta BPJS Kesehatan dengan tingkat keaktifan 80 persen, namun target terancam gagal karena sekitar 126 ribu peserta BPJS PBI JK yang sumber anggarannya dari pusat dicoret.

"Kemungkinan penerapan UHC tertunda karena tidak mencapai persentase minimal syarat UHC dari pusat, seharusnya bukan Juli sudah dapat berjalan di mana dalam satu hari warga yang mendaftar sudah aktif dan dapat digunakan," katanya.

Peserta JKN di Kabupaten Cianjur, tambahnya, terdiri atas berbagai sumber sekitar 1,4 juta peserta ditanggung pemerintah pusat, 750 ribu pemerintah daerah, serta sisanya berasal dari kalangan badan usaha (PPU), mandiri, PNS, dan Veteran.

"Seluruh kalangan harus menyumbang total 98 persen kepesertaan serta tingkat keaktifan harus di atas 80 persen, ketika terpenuhi maka Cianjur disebut mencapai UHC Prioritas," katanya.

UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga memiliki akses adil terhadap pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau dengan tujuan utamanya memastikan semua orang, termasuk mereka yang kurang mampu, dapat mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir akan biaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.