Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Modal Asing Kabur Rp2,04 Triliun, Rupiah Tertekan di Tengah Sinyal Global

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 14:40 WIB | Oleh:
Modal Asing Kabur Rp2,04 Triliun, Rupiah Tertekan di Tengah Sinyal Global Doc: Reuters
Ket. Kantor Pusat Bank Indonesia di Jakarta

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar dari Indonesia mencapai Rp2,04 triliun selama periode 16–19 Juni 2025. Data tersebut dihimpun dari aktivitas di pasar saham, Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI), serta Surat Berharga Negara (SBN).

Menurut Direktur Departemen Komunikasi BI, Bambang Pramono, aliran keluar tersebut meliputi penjualan neto sebesar Rp1,78 triliun di pasar saham dan Rp3,72 triliun di instrumen SRBI, sementara pasar SBN mencatat pembelian neto sebesar Rp3,47 triliun. Dengan kata lain, investor asing masih menunjukkan minat terhadap obligasi negara meski menarik dana dari sektor lainnya.

Lebih lanjut, premi risiko investasi Indonesia atau credit default swap (CDS) lima tahun naik menjadi 81,59 basis poin (bps) per 19 Juni 2025, dibandingkan 76,93 bps pada 13 Juni 2025. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya persepsi risiko investor terhadap pasar Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Dari awal tahun hingga 19 Juni 2025, investor asing tercatat melakukan penjualan neto sebesar Rp47,15 triliun di pasar saham dan Rp28,69 triliun di SRBI, serta pembelian neto sebesar Rp44,93 triliun di pasar SBN. Angka tersebut mengindikasikan bahwa obligasi negara masih menjadi instrumen menarik bagi investor asing di tengah fluktuasi pasar global.

Sementara itu, nilai tukar rupiah juga terpengaruh oleh dinamika eksternal. Setelah sempat melemah ke level Rp16.406 per dolar AS pada Kamis, 19 Juni 2025, rupiah menguat tipis sebesar 9 poin menjadi Rp16.396 per dolar AS pada Jumat, 20 Juni 2025. Pergerakan ini terjadi pasca keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini, yang dinilai pasar sebagai sinyal hawkish yang tertunda.

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah akan kembali menguat pada Senin pekan depan (23 Juni 2025) di kisaran Rp16.350–Rp16.400 per dolar AS. Meski begitu, ia tetap mewaspadai risiko eksternal yang dapat memberikan tekanan tambahan pada mata uang domestik.

“Ketika negara maju mengalami tekanan fiskal dan moneter, negara berkembang seperti Indonesia cenderung mengalami transmisi tekanan tersebut dalam bentuk pelemahan nilai tukar, aliran modal asing keluar, dan peningkatan beban bunga utang luar negeri,” ujarnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun indikator makro domestik tetap terjaga, ketergantungan pada aliran modal asing dan sensitivitas terhadap sentimen global tetap menjadi tantangan utama dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan pasar keuangan Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PBB Peringatkan Dampak Luas Krisis Energi Kuba

29 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
Megapolitan
PLN Bawa Edukasi Kelistrika...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.