Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan Berikan Brigade Pangan Penajam Rotavator untuk Bantu Perluasan Sawah

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 09:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementan Berikan Brigade Pangan Penajam Rotavator untuk Bantu Perluasan Sawah Doc: Antara Foto
Ket. Lahan pertanian tanaman padi di salah satu kecamatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.

Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan alat mesin pertanian modern berupa rotavator kepada Brigade Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, untuk membantu melakukan perluasan penggarapan sawah dukung swasembada pangan nasional.

"Bantuan alat mesin pertanian modern dari Kementan merupakan program percepatan swasembada pangan nasional," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto ketika ditanya menyangkut program swasembada pangan di Penajam, Minggu.

"Bantuan rotavator itu bantu petani lakukan perluasan penggarapan sawah dan peningkatan hasil panen," tambahnya.

Apabila rotavator (mesin pengolahan tanah) sudah disalurkan semua ke Brigade Pangan, maka tidak ada lagi alasan petani mengalami kendala dalam penggarapan lahan.

"Mesin itu bisa selesaikan penggarapan lahan hanya tiga sampai empat jam per hektare,” jelasnya.

Penyaluran bantuan alat mesin pertanian (alsintan) modern yang diberikan Kementan sebanyak 43 unit untuk 29 Brigade Pangan yang telah dibentuk di Kabupaten Penajam Paser Utara, setiap Brigade Pangan beranggotakan 15 orang petani.

Jumlah bantuan alsintan modern dari Kementan sesuai dengan usulan dari 29 Brigade Pangan, kata dia, ada yang mengusulkan satu unit dan ada juga dua unit.

"Rotavator yang diterima sesuai jumlah yang diusulkan masing-masing Brigade Pangan," ucapnya lagi.

Alsintan modern tersebut disalurkan kepada Brigade Pangan secara bertahap, dan tahap pertama sudah dibagikan 10 unit rotavator, sisanya disalurkan pada tahap berikutnya.

Lahan pertanian tanaman padi produktif di Kabupaten Penajam Paser Utara tercatat 14.070 hektare dengan menghasilkan 3-4 ton per hektare dalam satu kali panen, bahkan pada musim tanam pertama tahun ini petani di Desa Sidorejo, Kecamatan Penajam panen mencapai enam ton per hektare.

"Satu tahun petani lakukan dua kali panen dan terdata pada 2024 hasil panen padi capai sekitar 50.672 ton dan diupayakan setiap tahun ada peningkatan produksi," demikian Andi Trasodiharto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.