Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dorong Pariwisata, NTB Bidik Jadi Destinasi Utama Pengamatan Burung

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dorong Pariwisata, NTB Bidik Jadi Destinasi Utama Pengamatan Burung Doc: Antara
Ket. Belasan orang mendengarkan arahan penggiat konservasi saat mengikuti program minat khusus pengamatan burung bertajuk Lombok Bird Walk di Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/6).

Mataram - Provinsi Nusa Tenggara Barat yang beriklim tropis dengan dua pulau besar Lombok dan Sumbawa serta 401 pulau-pulau kecil menjadi tempat persinggahan banyak burung migran saat belahan bumi utara dan selatan mengalami musim dingin.

Penasihat Ilmiah Paruh Bengkok Indonesia, Saleh Amin mengatakan Nusa Tenggara Barat punya potensi besar sebagai destinasi ekowisata bagi kegiatan minat khusus pengamatan burung.

"Sekali setahun kita bisa bertemu petrel badai cokelat. Burung itu berasal dari pantai-pantai di wilayah selatan, seperti Australia," ujarnya dalam kegiatan Lombok Bird Walk di Pantai Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/6).

Petrel badai cokelat yang memiliki nama ilmiah Oceanites oceanicus merupakan burung laut kecil yang hidup di belahan bumi selatan. Ketika di sana musim dingin, maka burung itu bermigrasi ke daerah hangat seperti Nusa Tenggara Barat demi mencari sumber pakan.

Saleh menuturkan musim dingin menyebabkan sumber pakan harus melakukan hibernasi sebagai bentuk adaptasi terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Ketersediaan sumber pakan yang terbatas selama musik dingin membuat burung-burung laut dan burung-burung pantai harus melakukan migrasi ke daerah beriklim tropis.

"Kalau dingin kebanyakan sumber pakan hibernasi, aktivitas sedikit, susah bagi mereka mendapatkan makanan, sehingga burung-burung itu (migrasi) ke sini," paparnya.

Lebih lanjut Saleh menuturkan ada 300 jenis burung yang telah teridentifikasi di Nusa Tenggara Barat dan dari keseluruhan itu sekitar 50-an jenis merupakan burung migran, salah satunya raptor dari Siberia dan China yang datang sekitaran bulan Oktober.

Perubahan iklim yang memicu kenaikan muka air laut dan anomali cuaca berpengaruh signifikan terhadap kehidupan burung di alam liar. Apalagi, Nusa Tenggara Barat merupakan daerah kepulauan.

Saleh menjelaskan bahwa perubahan iklim mengubah perilaku pakan burung. Interaksi serangga dengan tumbuhan saat siklus musiman berbunga dan berbuah menjadi tidak cocok akibat pengaruh cuaca yang tidak menentu.

Ketika tumbuhan berbunga, maka ada serangga-serangga tertentu yang tertarik datang dan itu diikuti oleh kedatangan burung-burung pemakan serangga.

"Saat siklus berbunga dan berbuah berubah, maka kemunculan serangga juga berubah. Ketika burung tidak menemukan serangga untuk dimakan, maka mereka sulit untuk bertahan hidup," kata Saleh.

Arah pembangunan yang mengedepankan aspek ekologi harus diperhatikan dengan menyediakan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai habitat alami bagi berbagai jenis tumbuhan dan hewan, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
AS Berlakukan Sanksi Baru p...

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.