Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disnakeswan Lebak Sebut Sudah 15 Tahun Belum Ditemukan Kasus Rabies

📅 Minggu, 22 Jun 2025, 18:26 WIB | Oleh:
Disnakeswan Lebak Sebut Sudah 15 Tahun Belum Ditemukan Kasus Rabies Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Petugas Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak melakukan vaksin antirabies (VAR) milik masyarakat guna terbebas dari penularan rabies.

LEBAK, BANTEN - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak, Banten menyebutkan sudah 15 tahun belum ditemukan kasus rabies akibat gigitan hewan peliharaan milik masyarakat di daerah itu.

"Kita mengapresiasi tidak ditemukan kasus positif rabies dari tahun 2010 hingga tahun ini," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak drh Hanik Malichatin di Lebak, Minggu (22/6).

Pemerintah Kabupaten Lebak sejak ditemukan kasus rabies dari gigitan anjing yang dialami warga Bayah tahun 2009 hingga kini terus mengoptimalkan pelayanan vaksinasi antirabies (VAR).

Program pelayanan VAR dilakukan tahun 2010 dan hingga kini tidak ditemukan kasus rabies.

"Kami sampai hari ini melakukan pelayanan VAR sebanyak 43 hewan penular rabies," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan, masyarakat yang memiliki peliharaan hewan, seperti anjing, kucing, kera, musang, dan kelinci agar dilakukan VAR secara gratis di Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskewan) setempat.

Sebab, hewan peliharaan yang divaksin tersebut dipastikan tidak menularkan virus rabies.

Selain itu juga pihaknya memaksimalkan penyuluhan dan edukasi untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat guna mencegah penyebaran rabies.

Sebab, virus rabies dari hewan penular rabies dapat ditularkan kepada manusia melalui gigitan, cakaran, atau jilatan dari hewan yang terinfeksi.

"Bila ada warga yang menjadi korban gigitan hewan yang terinfeksi rabies segera mendapatkan penanganan medis," katanya menjelaskan.

Sementara itu, sejumlah masyarakat Kabupaten Lebak mengaku bahwa mereka memiliki kesadaran untuk melakukan VAR secara gratis dari pemerintah daerah setempat.

Pelayanan VAR sangat dirasakan masyarakat karena hingga kini tidak ditemukan rabies.

"Kami kerapkali hewan peliharaan jenis kucing dilakukan VAR guna pencegahan virus rabies," kata Ujang (25) warga Ona Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.