Masalah Besar! Ternyata Screen Time Bisa Bikin Anak Makin Emosi dan Susah Diatur
📅 Sabtu, 21 Jun 2025, 22:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Daily Citizen
JAKARTA — Kalau anak kamu gampang meledak, susah diajak kerja sama, atau jadi pemurung setelah main HP, kamu mungkin perlu mikir ulang soal screen time-nya.
Sebuah riset terbaru yang diterbitkan di Psychological Bulletin bikin alarm bahaya berbunyi: makin lama anak menatap layar, makin tinggi risiko mereka mengalami gangguan perilaku dan emosi.
Penelitian ini bukan asal-asalan. Para peneliti menganalisis 117 studi tentang anak-anak di bawah usia 10,5 tahun, dan hasilnya cukup bikin geleng-geleng.
Anak-anak yang terlalu banyak menghabiskan waktu dengan layar—terutama untuk main game—cenderung mengalami masalah seperti kecemasan, depresi, hiperaktif, hingga agresivitas. Efeknya memang kecil secara statistik, tapi tetap signifikan, apalagi pada anak perempuan.
Menurut penulis utama studi, Roberta Pires Vasconcellos dari University of New South Wales, penggunaan layar bukan cuma penyebab masalah emosional, tapi juga bisa jadi gejala.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anak-anak yang sudah merasa stres atau cemas sering menjadikan layar sebagai tempat pelarian. Sayangnya, pelarian itu bisa berubah jadi jebakan.
“Main game atau nonton video mungkin bisa jadi pelarian jangka pendek, tapi dalam jangka panjang, justru memperkuat masalah emosional yang sudah ada,” kata Vasconcellos.
Penelitian ini juga mengungkap bahwa anak-anak usia 6 sampai 10 tahun adalah kelompok yang paling rentan. Saat mereka stres atau cemas, mereka justru makin sering ‘ngadem’ dengan layar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sayangnya, itu bukan solusi. Justru ini memperburuk kemampuan mereka untuk mengatur emosi sendiri.
Orang tua kadang merasa memberi HP saat anak rewel adalah satu-satunya jalan keluar. Padahal, menurut Vasconcellos, ini bisa menghentikan proses belajar anak untuk menenangkan diri secara alami. Anak jadi terbiasa mencari distraction, bukan solusi.
“Kalau mereka selalu ‘dielus’ dengan layar saat lagi bad mood, mereka nggak belajar gimana cara menghadapi emosi dengan sehat,” ujarnya.
Game Online: Lebih Berisiko daripada Sekadar Nonton
Nggak semua screen time diciptakan sama. Studi ini menyebutkan bahwa online gaming bisa jadi lebih berbahaya karena membawa tekanan sosial tersendiri.
Banyak game bersifat real-time dan membuat pemain merasa “harus terus online”. Akibatnya, anak bisa saja mengorbankan tidur, PR, bahkan interaksi nyata demi mempertahankan eksistensi di dunia virtual.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!