Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masalah Besar! Ternyata Screen Time Bisa Bikin Anak Makin Emosi dan Susah Diatur

📅 Sabtu, 21 Jun 2025, 22:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Game itu bukan cuma hiburan. Buat anak-anak, mereka bisa jadi platform sosial, dan itu artinya ada tuntutan sosial yang membuat anak susah berhenti,” kata Vasconcellos.

Solusinya bukan semata-mata menutup akses ke layar, tapi mengubah pola. Anak-anak perlu diajari cara menghadapi perasaan mereka tanpa langsung lari ke HP.

Kalau kamu merasa anak sering cari layar saat lagi sedih atau marah, mungkin sudah saatnya untuk ngobrol, bukan mengalihkan perhatian mereka dengan YouTube atau TikTok.

“Coba cek, mereka cari layar karena pengen hiburan, atau karena mereka lagi nggak nyaman dan nggak tahu harus ngapain?” ujar Vasconcellos seraya melanutkan, “Di situlah peran orang tua dibutuhkan—buat hadir secara emosional, bukan cuma secara fisik.”

Jangan Takut Bilang “Nggak”

Banyak orang tua merasa nggak enak hati kalau harus melarang anak pakai gadget. Tapi riset ini justru menekankan pentingnya batas yang jelas.

Mau itu lewat jam harian, parental control, atau menghapus aplikasi yang bikin mereka scrolling tanpa henti, semuanya penting buat bantu anak tumbuh sehat secara mental.

Bahkan, nggak perlu merasa harus ‘adil’ antara anak pertama dan kedua soal kapan mereka boleh punya HP.

“Kamu bisa bilang ke anak bungsu, ‘Mama sekarang lebih tahu dampaknya. Jadi aturannya beda.’ Nggak apa-apa,” tulis jurnalis dan peneliti parenting dalam artikel ini.

Beberapa orang tua bahkan memilih memberikan insentif supaya anaknya menunda punya HP. Ada yang kasih uang, ada juga yang tukar dengan liburan keluarga. Intinya, selalu ada cara kreatif untuk bilang tidak—tanpa bikin anak merasa “ketinggalan zaman.”

Kesimpulannya jelas, membiarkan anak terlalu lama terpapar layar bukan solusi—justru bisa jadi awal dari banyak masalah.

Screen time yang berlebihan bukan cuma bikin anak jadi sulit fokus, susah tidur, atau gampang marah, tapi juga bisa mengganggu kemampuan mereka untuk menghadapi dunia nyata yang penuh tantangan.

Jadi, kalau besok anak kamu minta nambah waktu main HP, dan kamu tahu itu nggak baik buat mereka, nggak apa-apa kok kalau jawabannya: “Nggak, ya.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Kejuaraan Seluncur Es Terbuka Asia 2026

11 menit yang lalu | Wahyu AP

Olahraga
Kejuaraan Seluncur Es Terbu...

Realisasi PNBP Sumatera Selatan

16 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Realisasi PNBP Sumatera Sel...

Optimalisasi pengelolaan sampah TPS 3R

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Optimalisasi pengelolaan sa...

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

Kepala Daerah di Bali Berminat Dirikan Sekolah Berbasis Hindu

04 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.