PBB: Kekerasan terhadap Anak Mencapai Tingkat yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya pada 2024
📅 Jumat, 20 Jun 2025, 08:54 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
PBB - Dari Gaza hingga Republik Demokratik Kongo, kekerasan terhadap anak-anak di zona konflik mencapai "tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya" pada tahun 2024, menurut laporan tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Kamis 919/6).
"Pada tahun 2024, kekerasan terhadap anak dalam konflik bersenjata mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan lonjakan yang mengejutkan sebesar 25 persen dalam jumlah pelanggaran berat dibandingkan dengan tahun 2023," menurut laporan dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
Laporan tersebut memverifikasi 41.370 pelanggaran berat terhadap anak pada tahun 2024 -- termasuk 36.221 yang dilakukan pada tahun 2024 dan 5.149 yang dilakukan sebelumnya tetapi dikonfirmasi pada tahun 2024 -- jumlah tertinggi sejak alat pemantauan tersebut dibuat hampir 30 tahun yang lalu.
Rekor baru ini mengalahkan rekor tahun 2023, yang juga mencatat peningkatan 21 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dengan lebih dari 4.500 orang tewas dan 7.000 orang terluka, anak-anak terus menanggung "beban permusuhan yang tiada henti dan serangan tanpa pandang bulu," kata laporan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terdapat pula peningkatan nyata pada jumlah anak yang menjadi korban pelanggaran ganda menjadi 22.495.
"Tangisan 22.495 anak-anak tak berdosa yang seharusnya belajar membaca atau bermain bola -- tetapi malah dipaksa belajar bagaimana bertahan hidup dari tembakan dan pemboman -- seharusnya membuat kita semua terjaga di malam hari," kata Virginia Gamba, perwakilan khusus sekretaris jenderal PBB untuk anak-anak dan konflik bersenjata.
"Ini harus menjadi peringatan. Kita sudah berada di titik yang tidak bisa kembali."
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam laporan tahunannya, PBB mengumpulkan pelanggaran hak-hak anak, mereka yang berusia di bawah 18 tahun, di sekitar 20 zona konflik di seluruh dunia.
Dalam lampirannya, "daftar memalukan" menyebut mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran ini -- koalisi kuat geng Haiti ditambahkan tahun ini -- yang meliputi pembunuhan dan mutilasi anak, perekrutan untuk melakukan kekerasan, penculikan, penolakan bantuan kemanusiaan dan kekerasan seksual.
Angkatan bersenjata Israel, yang tahun lalu disebutkan bersama dengan kelompok militan Palestina Hamas, tetap ada dalam daftar.
Korban Konflik
Wilayah Palestina menduduki posisi teratas dalam peringkat yang menyedihkan, dengan lebih dari 8.500 pelanggaran serius, sebagian besarnya dilakukan oleh pasukan Israel, termasuk lebih dari 4.800 di Jalur Gaza.
Angka ini termasuk konfirmasi 1.259 anak Palestina yang terbunuh di Gaza, dan PBB mencatat saat ini sedang memverifikasi informasi mengenai tambahan 4.470 anak yang terbunuh pada tahun 2024 di wilayah yang dilanda perang tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!