Mendag Turunkan ‘Pasukan Kampus’ UGM Bantu UMKM Go Global
📅 Jumat, 20 Jun 2025, 21:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Luqman Hakim
YOGYAKARTA - Peran Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa sangat penting dalam membantu pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
KKN dapat memberikan berbagai bentuk bantuan, mulai dari pembinaan dan pendampingan, hingga pelatihan dan pemasaran produk UMKM.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) peserta program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pengabdian Masyarakat (KKN-PPM) membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa agar siap menembus pasar ekspor.
"Kami punya program namanya UMKM Bisa Ekspor. Tolong nanti dicari, UMKM mana yang bisa ekspor. Sampaikan ke kami agar kami carikan 'buyer'-nya," ujar Budi saat berorasi dalam acara penerjunan mahasiswa KKN-PPM UGM di Lapangan Pancasila, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (20/6).
Menurut Budi, Kemendag telah mengidentifikasi sejumlah desa yang memiliki UMKM berorientasi ekspor dan membuka jalur fasilitasi "business matching" dengan pembeli internasional melalui perwakilan perdagangan di 33 negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Fasilitas tersebut disediakan melalui atase perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang tersebar di 19 negara.
"Setelah UMKM dipresentasikan ke perwakilan kita, nanti akan dicarikan buyer. Setelah itu, UMKM bisa langsung presentasi kepada 'buyer' yang sudah disiapkan," ujarnya.
Dia menyebut dari Januari hingga April 2025, sebanyak 466 UMKM telah mengikuti "business matching" dengan total potensi transaksi mencapai 68,65 juta dolar AS atau lebih dari Rp1 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Budi mengakui sebagian besar pelaku usaha itu belum melakukan ekspor secara rutin.
Karenanya, Budi berharap para mahasiswa mendampingi pelaku UMKM dan toko kelontong dalam proses digitalisasi usaha, termasuk pemanfaatan platform "e-commerce" dan sistem pembayaran digital.
"Pasar yang besar ini jangan sampai hanya diisi oleh produk impor. Adik-adik bisa bantu UMKM kita naik kelas, jualan di retail modern, dan siap ekspor," ucap Mendag.
Sebanyak 8.038 mahasiswa UGM diterjunkan dalam KKN-PPM Periode 2 Tahun 2025. Mereka akan menjalankan program pengabdian di 287 unit tersebar di 35 provinsi, 122 kabupaten/kota, dan 236 kecamatan di seluruh Indonesia.
Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyebut program KKN-PPM UGM memainkan peran penting sebagai penggerak perubahan di tingkat akar rumput.
Mahasiswa, menurutnya, hadir langsung di desa untuk mendampingi masyarakat merancang solusi yang kontekstual dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!