Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kopdes Merah Putih Jadi Senjata Lawan Ketimpangan, Ekonomi Rakyat Tak Boleh Mati!

📅 Jumat, 20 Jun 2025, 21:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kopdes Merah Putih Jadi Senjata Lawan Ketimpangan, Ekonomi Rakyat Tak Boleh Mati! Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi - Musyawarah desa untuk membentuk pengurus kopdes merah putih.

TEGAL - Koperasi, sebagai gerakan ekonomi rakyat, memberdayakan anggotanya dan masyarakat luas melalui prinsip-prinsip kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. 

Koperasi membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota dan masyarakat, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian nasional. 

Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen mewujudkan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Koperasi menjadi salah satu cara bagi bangsa Indonesia untuk menuju kemandirian ekonomi. Sementara alat perjuangan untuk melakukan demokrasi ekonomi berbasis pedesaan adalah melalui pembentukan koperasi di desa-desa," katanya di Tegal, Jawa Tengah, Jumat.

Menurut dia, dasar program pembentukan 80.000 Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto di antaranya adalah keinginan melanjutkan perjuangan sang kakek Margono Djojohadikusumo yang meletakkan dasar pondasi sistem ekonomi Kerakyatan dan Pancasila yaitu koperasi.

Di Banyumas, kata dia, Margono Djojohadikusumo secara resmi mendirikan koperasi yang pertama kali di Indonesia pada 1900.

"Jadi saya sekarang mendapatkan satu benang merahnya kenapa Pak Presiden Prabowo Subianto seperti ingin melanjutkan pemikiran dari Pak Margono Djojohadikusumo dimana seluruh anggaran dan kebijakan untuk desa-desa disalurkan melalui kegiatan koperasi desa," katanya.

Dalam kuliah umum Dies Natalies Ke-23 Politeknik Harapan Bersama Tegal dengan tema "Bangkit Ekonomi Rakyat, Bangkit Koperasi Indonesia", dia mengatakan keberadaan koperasi saat ini menjadi alat untuk mengembalikan nilai-nilai ekonomi kerakyatan yang kini dilemahkan oleh arus globalisasi sehingga campur tangan pemerintah menjadi semakin terbatas karena sebagian masalah ekonomi dijalankan oleh mekanisme pasar bebas.

Akibat dari fenomena tersebut , kata dia, kini tengkulak, middleman hingga rentenir yang menyedot sumber daya masyarakat terutama di desa akan semakin melemahkan daya beli masyarakat.

Ia berharap keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat memotong mata rantai distribusi sehingga keberadaan tengkulak, rentenir, dan middleman dapat dieliminasi.

"Hari ini saya ingin melaporkan, alhamdulillah kami sudah membentuk 80 ribu Kopdes/Kelurahan Merah Putih se-Indonesia. Selanjutnya tinggal proses-proses administrasi dan akhir Juni 2025 Insya Allah selesai (penerbitan badan hukum koperasi)," katanya.

Ia yang juga selaku Koordinator Ketua Pelaksana Harian Satgas Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mengatakan selain mendorong kemandirian ekonomi di desa, kehadiran Kopdes/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi jalan pintas pemerintah untuk membangun perekonomian berbasis gotong royong sehingga struktur ekonomi nasional tidak lagi didominasi oleh peran dari swasta atau BUMN.

"Diakui saat ini aset dari koperasi tertinggal jauh dengan swasta atau BUMN. Koperasi ketinggalan dari sisi volume usaha hingga asetnya (dari BUMN dan swasta)," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

44 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.