Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saham Asia Merosot, Harga Emas Menguat Seiring Memanasnya Konflik di Timur Tengah

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 09:35 WIB | Oleh:
Saham Asia Merosot, Harga Emas Menguat Seiring Memanasnya Konflik di Timur Tengah Doc: AP
Ket. Bursa saham Tokyo, Jepang

TOKYO - Pasar saham di Asia melemah pada hari Kamis (19/6) sementara aset-aset aman seperti emas dan yen Jepang menguat karena investor tetap waspada atas kemungkinan masuknya Amerika Serikat ke dalam perang Israel-Iran yang telah berlangsung seminggu.

Presiden Donald Trump membuat dunia bertanya-tanya apakah Amerika Serikat akan bergabung dengan pengeboman Israel terhadap situs nuklir Iran. Ia mengatakan kepada wartawan di luar Gedung Putih pada hari Kamis, "Saya mungkin melakukannya. Saya mungkin tidak melakukannya."

The Wall Street Journal mengatakan Trump telah memberi tahu para pembantu seniornya, dia menyetujui rencana serangan terhadap Iran namun menunda memberikan perintah akhir untuk melihat apakah Teheran akan menghentikan program nuklirnya.

Nikkei Jepang merosot 0,8 persen, dengan tekanan ke bawah berasal dari yen yang lebih kuat, yang mengurangi nilai pendapatan luar negeri bagi eksportir kelas berat negara itu.

Top of Form

Indeks saham Taiwan turun 0,9 persen, dan Hang Seng Hong Kong turun 0,8 persen.

Kontrak berjangka S&P 500 AS turun 0,4 persen, meskipun sebagian besar pasar AS, termasuk Wall Street dan pasar Treasury, tutup pada hari Kamis karena hari libur nasional.

Harga emas naik 0,3 persen menjadi $3.378 per ons.

"Pelaku pasar tetap gelisah dan tidak yakin," kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com.

"Spekulasi masih marak – mungkin didorong oleh strategi pemerintahan Trump – bahwa AS akan melakukan intervensi, sesuatu yang akan menandai eskalasi material dan dapat mengundang pembalasan langsung terhadap AS oleh Iran," katanya.

"Skenario seperti itu akan meningkatkan risiko konflik regional yang lebih besar, dengan implikasi terhadap pasokan energi global dan mungkin pertumbuhan ekonomi."

Minyak mentah Brent turun tipis ke $76,32 per barel, tetapi tetap tidak jauh dari puncak 4-1/2 bulan di $78,50 yang dicapai pada hari Jumat.

Yen menguat 0,2 persen menjadi 144,92 per dolar, sementara mata uang AS sendiri juga diminati sebagai tempat berlindung, menguat 0,1 persen menjadi $1,1472 per euro dan 0,2 persen menjadi $1,3398 terhadap poundsterling.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rieke Buka Pameran Warna-Warni Parlemen 2026

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Rieke Buka Pameran Warna-Wa...
Olahraga
Chelsea Umumkan Transfer Ge...

Obsesi Jadi Vampir, Pria Inggris Ini Tebar Teror di Gereja

53 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Megapolitan
Obsesi Jadi Vampir, Pria In...

Trump Beri Iran Kesempatan Terakhir atau Hadapi Eskalasi Militer AS

54 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Trump Beri Iran Kesempatan ...
Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.