Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenekraf Buka Peluang Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem 'Game'

📅 Kamis, 19 Jun 2025, 17:56 WIB | Oleh:
Kemenekraf Buka Peluang Kolaborasi untuk Perkuat Ekosistem 'Game' Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Wamenekraf Irene Umar melakukan audiensi dengan Riot Games untuk pacu kontribusi ekonomi kreatif Indonesia di pasar global, di Jakarta, Rabu (18/6).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif membuka peluang kolaborasi lintas sektor dengan pengembang game untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri dan memperkuat ekosistem game nasional.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, karena hal tersebut merupakan bagian dari semangat Kementerian Ekraf,” kata Wamenekraf Irene Umar saat audiensi dengan pengembang Riot Games di Jakarta, Kamis (19/6).

Kolaborasi dengan pengembang game memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kreatif global. Wamenekraf menekankan pentingnya menghadirkan program yang mampu memperkuat konektivitas antara game dan subsektor kreatif lainnya seperti musik, film, ilustrasi, serta IP lokal.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Kemenekraf dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai the new engine of growth, mesin baru pertumbuhan, melalui penguatan daya saing subsektor game, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan ekonomi kreatif secara global.

Country Manager Riot Games Indonesia Resha Adi Pradipta menyambut baik peluang kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif. Menurut dia, banyak ide dan inspirasi yang bisa dikembangkan bersama, terutama dalam menciptakan ruang kolaborasi yang memperkuat daya saing Indonesia di tingkat internasional.

“Kami ingin mendukung tumbuhnya ekosistem yang sehat di Indonesia. Salah satunya dengan membuka jalur kerja sama untuk mendukung pengembangan IP lokal serta penyelenggaraan acara game berskala global. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi tuan rumah ajang e-sports internasional,” kata Resha.

Data Kementerian Ekonomi Kreatif menunjukkan Indonesia memiliki nilai pasar yang cukup tinggi terhadap industri game yakni sebesar 2 miliar dolar Amerika Serikat, dengan jumlah sekitar 148 juta orang aktif bermain game yang membuat Indonesia menempati posisi pertama di Asia Tenggara, nomor empat di Asia dan 15 di dunia.

Pemerintah akan mendorong pengembangan industri teknologi khususnya game dengan berbagai dukungan dan kebijakan antara lain menjaga kekayaan intelektual pengembang agar karya tidak dibajak, membantu pemasaran dan produksi, serta memberikan fasilitas infrastruktur dari pemerintah daerah untuk hub pengembang game.
 
Dukungan lainnya dari pemerintah hingga pengembang game muda adalah dengan memberikan kesempatan agar aset yang dimiliki pengembang dapat dijadikan mata pencaharian dan mendapatkan pendapatan, dengan berkolaborasi bersama OJK untuk mempermudah pendanaan kreator. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.