Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perubahan Iklim Ancam Populasi Kakatua Kecil Jambul Kuning

📅 Rabu, 18 Jun 2025, 18:15 WIB | Oleh:
Perubahan Iklim Ancam Populasi Kakatua Kecil Jambul Kuning Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Ahli ekologi hewan dari Universitas Mataram I Wayan Suana memaparkan pentingnya upaya konservasi spesies kakatua kecil jambul kuning di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/6).

MATARAM - Ahli ekologi hewan dari Universitas Mataram I Wayan Suana mengatakan perubahan iklim mengancam populasi alami kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea occidentalis??????) yang saat ini hanya tersisa 51 ekor di Pulau Moyo, Nusa Tenggara Barat.

"Populasi 51 ekor yang terbilang kecil seperti itu dengan adanya perubahan iklim global rentan terjadi kepunahan," kata Wayan dalam kegiatan konsultasi publik akhir penyusunan dokumen peta jalan konservasi kakatua kecil jambul kuning di Mataram, Rabu.

Ia menuturkan perubahan iklim global yang mempengaruhi suhu dan lingkungan dapat memperkecil peluang telur menetas menjadi anakan kakatua kecil jambul kuning. Pulau Moyo adalah habitat kunci bagi burung yang membangun sarang dengan cara melubangi pohon tersebut.

Satwa yang hidup alami di alam dapat terganggu akibat perubahan suhu, pola curah hujan, hingga peningkatan frekuensi cuaca ekstrem. Kondisi itu tidak hanya mengganggu kemampuan reproduksi, tetapi juga habitat dan ketersediaan pakan.

Selain perubahan iklim, ancaman langsung yang juga mengganggu populasi burung kakatua kecil jambul kuning adalah perburuan ilegal dan kerusakan serta kehilangan habitat alami.

Dia menekankan pentingnya upaya konservasi, pengelolaan habitat, dan edukasi masyarakat untuk mengurangi ancaman perubahan iklim bagi burung kakatua kecil jambul kuning di Taman Nasional Moyo Satonda yang terletak di Pulau Sumbawa.

"Burung kakatua kecil jambul kuning di Pulau Moyo tidak saja membuat sarang di area taman nasional. Saya melihat banyak yang membuat sarang pada pohon-pohon yang ada di lahan-lahan milik masyarakat," kata Wayan yang mengajar mata kuliah biologi tersebut.

Berdasarkan data hasil pengamatan langsung yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Nusa Tenggara Barat pada tahun 2024, jumlah populasi kakatua kecil jambul kuning hanya tersisa 51 ekor yang dijumpai pada beberapa titik pengamatan berupa bagian selatan, timur, dan barat Pulau Moyo.

Satwa yang memiliki nama ilmiah itu memiliki tubuh yang kecil sekitar 33 sampai 35 centimeter dengan warna bulu didominasi putih, jambul berwarna kuning, dan paruh berwarna hitam melekung tajam serta kuat.

Lebih lanjut Wayan menuturkan, data yang saat ini tersedia hanya terkait jumlah populasi, sehingga butuh banyak penelitian ilmiah lainnya agar upaya konservasi tidak hanya bicara subjektif tentang pemulihan dan perlindungan melainkan juga data.

Kepala BKSDA NTB Budhy Kurniawan menyampaikan saat ini pihaknya sedang menyiapkan peta jalan konservasi kakatua kecil jambul kuning di Taman Nasional Moyo Satonda. Peta jalan itu sudah memasuki tahap konsultasi publik dan ditargetkan rampung pekan depan.

"Kami berharap dokumen peta jalan menjadi pedoman kegiatan konservasi kakatua kecil jambul kuning. Keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mendukung pelestarian spesies tersebut," pungkas Budhy.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
AS Berlakukan Sanksi Baru p...

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.