Seluruh OPD Didorong Tangani Masalah Sampah
📅 Selasa, 17 Jun 2025, 01:05 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ANTARA/Azmi Samsul Maarif
TANGERANG – Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Tangerang didorong untuk turut serta menangani permasalahan pengelolaan sampah.
“Yang paling urgen saat ini adalah pengelolaan sampah. Saya mohon seluruh OPD terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan para camat, terus mengadakan program bersih-bersih lingkungan masing-masing,” kata Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, Senin.
Intan minta semua OPD diharapkan untuk bisa membantu menangani masalah sampah sesuai dengan bidang kerja masing-masing. Intan juga menekankan pentingnya sinergi seluruh Aaparatur Sipil Negara (ASN) dalam mendukung program strategis pemerintah.
Hal ini khususnya terkait kegiatan bersih-bersih dalam upaya pengelolaan sampah dan peningkatan kualitas pelayanan publik. “Dinas Lingkungan Hidup dan para camat mesti terus mengadakan program bersih-bersih lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dia pun mengajak seluruh ASN untuk aktif menyampaikan informasi program strategis Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada warwga baik melalui media sosial maupun komunikasi personal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Intan minta seluruh ASN yang jumlahnya lebih dari 16.000 aktif menyampaikan program-program strategis pemerintah. “Saya berharap seluruh ASN bisa membantu sosialisasi program-program strategis,” jelasnya.
Dia menyampaikan, pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, baik secara prosedur maupun praksis di lapangan. Ke depan, Pemkab Tangerang akan memberikan pelatihan atau bimbingan teknis kepada OPD yang memberikan layanan langsung kepada masyarakat.
“Kami menerima banyak masukan, termasuk dari Bupati, soal sikap pelayanan. Bahkan wajah yang tampak cemberut saja bisa diartikan warga sebagai enggan melayani. Ini harus kita perbaiki, khususnya di rumah sakit, Puskesmas, hingga pelayanan administrasi kependudukan di kecamatan,” jelas dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pengurus RW
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, minta pengurus Rukun Warga (RW) lebih masif menginstruksikan warganya memlihan sampah organik dan anorganik dari rumah. “Dari 386 RW di delapan kecamatan telah terbentuk 400 lebih bank sampah,” ungkapnya.
Ditegaskan Arifin,hal ini perlu dilakukan agar operasional kelembagaan bank sampah yang ada di 386 RW dapat lebih maksimal. Dia minta Ketua RW mengintruksikan warga untuk memulai pemilihan sampah organik dan anorganik dari rumah.
“Dengan demikian, bank sampah berjalan dan menghasilkan uang sebagai kas,” ujar Arifin. Dia mengatakan ini, saat melepas 60 peserta Bidang Pengelolaan Sampah Rukun Warga (BPS RW) Kecamatan Gambir. Mereka berkunjung ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Senin (16/6).
Menurut Arifin, program kunjungan lapangan para ketua RW dan pengurus BPS ke TPST Bantargebang yang diinisiasi Sudin Lingkungan Hidup ini sangat bagus. Langkah ini untuk menambah wawasan warga tentang proses pengelolaan sampah. Ini mulai dari pengangkutan di setiap RW ke LPS hingga ke TPST Bantargebang, Bekasi.
“Volume sampah yang dihasilkan warga Jakarta sekitar 8.000 ton perhari. Ini membutuhkan penanganan bersama, tidak sekadar tanggung jawab pemerintah,” ungkapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!