Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Piala Dunia Antarklub Sepi Penonton, FIFA Dikritik Penggemar dan Pelatih Chelsea

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 16:25 WIB | Oleh:
Piala Dunia Antarklub Sepi Penonton, FIFA Dikritik Penggemar dan Pelatih Chelsea Doc: Reuters

JAKARTA - Gelaran Piala Dunia Antarklub FIFA yang baru saja dimulai di Amerika Serikat menuai kritik pedas dari berbagai pihak, mulai dari penggemar hingga pelatih Chelsea, Enzo Maresca. Sorotan utama tertuju pada minimnya jumlah penonton yang hadir saat pertandingan antara Chelsea melawan Los Angeles FC di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta.

Stadion berkapasitas 71.000 kursi tersebut tampak sepi, dengan hanya sekitar 22.000 penonton yang hadir saat klub Liga Premier Inggris itu menang 2-0 atas LAFC. Perbedaan jarak geografis yang mencolok antara Atlanta dan Los Angeles, yang mencapai lebih dari 3.200 kilometer, turut disoroti sebagai penyebab rendahnya animo lokal terhadap pertandingan tersebut.

Pelatih kepala Chelsea, Enzo Maresca, tidak menutupi kekecewaannya terhadap atmosfer pertandingan.

“Itu pertandingan yang bagus, penampilan yang bagus,” kata Maresca kepada wartawan. “Namun, saya pikir suasananya agak aneh. Stadionnya hampir kosong. Tidak penuh.” 

Ia menambahkan bahwa timnya telah mempersiapkan diri untuk pertandingan dengan ekspektasi lingkungan yang lebih semarak.

Maresca berharap situasi akan membaik pada laga berikutnya saat Chelsea bertemu klub asal Brasil, Flamengo, di Lincoln Financial Field, Philadelphia, pada Jumat mendatang.

“Kami tahu bahwa tim Brasil selalu mendatangkan banyak penggemar,” ujarnya. “Jadi, kami akan berusaha untuk siap menghadapi laga berikutnya.”

Di sisi lain, kritik lebih tajam datang dari para penggemar sepak bola, terutama melalui media sosial.

Seorang pengguna X (sebelumnya Twitter) menyebut: “FIFA benar-benar mengacaukan Piala Dunia Antarklub – ini adalah jumlah penonton saat ini untuk pertandingan Chelsea vs LAFC. Astaga, stadion itu sangat kosong… dan ini adalah penampilan yang memalukan bagi sepak bola secara umum.”

Banyak penggemar yang menilai bahwa FIFA lebih mementingkan keuntungan dan ekspansi pasar daripada kualitas pengalaman pertandingan itu sendiri. Penempatan pertandingan di kota yang jauh dari basis pendukung klub peserta dianggap sebagai kesalahan strategis yang merugikan atmosfer kompetisi.

Kontroversi ini muncul di tengah upaya FIFA untuk memperluas skala dan daya tarik global Piala Dunia Antarklub, yang kini memiliki format baru dan lebih banyak peserta. Namun, kejadian di Atlanta menunjukkan bahwa perubahan format tidak serta merta membawa antusiasme yang diharapkan, terutama jika penyelenggaraan tidak mempertimbangkan faktor dukungan lokal dan koneksi emosional antara tim dan penggemarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.