Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian P2MI Pertimbangkan Permintaan Penempatan Pekerja Migran di Guatemala

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 13:20 WIB | Oleh:
Kementerian P2MI Pertimbangkan Permintaan Penempatan Pekerja Migran di Guatemala Doc: antara foto
Ket. Menteri P2MI Abdul Kadir Karding

JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) mempertimbangkan permintaan dari Guatemala untuk penempatan pekerja migran ke negara Amerika Tengah itu.

Menteri P2MI Abdul Kadir Karding mengatakan permintaan itu disampaikan Duta Besar Guatemala untuk Indonesia, Jacobo Cuyun Salguero, saat berkunjung ke kantor K2PMI di Jakarta.

"Nanti kita pelajari dulu. Yang jelas, tidak jauh dari penempatan, pelatihan, dan juga sistemnya,” kata Karding dalam keterangan persnya pada Selasa (17/6).

Menurut Salguerro, Guatemala sudah menjalin kerja sama penempatan tenaga kerja dengan Kanada, Spanyol, dan Qatar. Karding kemudian menyampaikan kesediaan Indonesia mempelajari lebih lanjut permintaan Guatemala.

Karding menjelaskan bahwa Indonesia telah menempatkan pekerja migran dengan berbagai jenis profesi ke sejumlah negara.

“Kita siap, banyak jabatan kerja, nurse, operator, protection, hospitality, dan banyak lagi. Tapi tentu semua harus sesuai standar dan sistem kerja yang jelas,” kata dia.

Dalam pertemuannya dengan Salguero tersebut, Karding menjelaskan bahwa Indonesia sedang memperkuat sistem migrasi kerja yang aman dan legal sebagai upaya melindungi warga negara yang ingin bekerja di luar negeri.

“Kami mencoba membangun sistem untuk mencegah agar tidak banyak pekerja migran yang berangkat secara non-prosedural. Karena pekerja ilegal ini banyak mengalami kasus kekerasan, eksploitasi, human trafficking. Jadi, itu menjadi salah satu fokus kami hari ini,” katanya tentang pertemuan itu.

Karding juga memaparkan pembangunan sistem vokasi terintegrasi yang mempersiapkan para pekerja migran Indonesia dengan keahlian teknis, penguasaan bahasa asing, dan mental kerja yang kuat.

Mereka juga akan terus diberdayakan saat berada di luar negeri.

“Ketika mereka di luar negeri, itu juga tetap menjadi bagian yang kita kontrol atau kita berdayakan dengan menggunakan layanan IT yang kita punya. Sehingga bisa kita lindungi mereka di luar negeri,” kata Karding.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.