Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Indonesia Diprediksi Tahan Suku Bunga, Fokus Stabilkan Rupiah Jelang Keputusan The Fed

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 15:25 WIB | Oleh:
Bank Indonesia Diprediksi Tahan Suku Bunga, Fokus Stabilkan Rupiah Jelang Keputusan The Fed Doc: Reuters
Ket. Bank Indonesia yang menjadi kantor pusat bank tersebut di Jakarta.

JAKARTA - Mayoritas ekonom memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan tetap pada level 5,50% dalam pengumuman kebijakan yang dijadwalkan pada Rabu (19/6/2025). Langkah ini diperkirakan akan diambil demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, yang mengalami penguatan hampir 4 persen sejak awal April, meski terdapat tekanan global dan ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters pada 9-16 Juni, sebanyak 21 dari 31 ekonom memperkirakan BI tidak akan mengubah suku bunga reverse repo tujuh hari, sementara 10 ekonom lainnya memprediksi pemangkasan sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%. Jumlah ekonom yang memproyeksikan pemangkasan meningkat dibandingkan dengan jajak pendapat sebelumnya pada Mei, yang hanya mencatat tiga orang dengan pandangan serupa.

Analis menyebutkan, perhatian utama Bank Indonesia saat ini adalah menjaga selisih suku bunga dengan Amerika Serikat, terlebih menjelang keputusan Federal Reserve (The Fed) yang juga akan diumumkan beberapa jam setelah BI. Lavanya Venkateswaran, ekonom senior ASEAN dari OCBC Bank, menekankan bahwa BI memiliki ruang yang terbatas untuk memangkas bunga, mengingat pentingnya menjaga daya tarik aset rupiah dibandingkan dengan dolar AS.

Sebelumnya, BI telah memangkas suku bunga sebesar 25 bps bulan lalu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang melambat. Namun, menurut Venkateswaran, pemangkasan berturut-turut justru dapat memberikan sinyal negatif tentang prospek pertumbuhan Indonesia dan memicu kekhawatiran pasar, yang berpotensi menekan nilai tukar rupiah.

Di sisi lain, beberapa ekonom memperingatkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat memicu gelombang penghindaran risiko secara global. Kondisi ini membuka kemungkinan arus keluar modal dari negara-negara berkembang seperti Indonesia, yang pada akhirnya memberi tekanan tambahan terhadap nilai tukar.

Untuk prospek jangka pendek, setengah dari responden yang memberikan proyeksi pasca pertemuan BI, yakni 14 dari 28, memperkirakan suku bunga akan turun menjadi 5,25% pada kuartal berikutnya. Delapan responden lainnya memproyeksikan suku bunga akan turun lebih jauh ke 5,00% atau di bawahnya, sementara enam sisanya memperkirakan tidak ada perubahan.

Secara keseluruhan, prakiraan median menunjukkan suku bunga akan berada di level 5,00% pada akhir 2025, meski tidak terdapat konsensus yang kuat di antara para ekonom. Josua Pardede, Kepala Ekonom Permata Bank, menyatakan bahwa ada ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga lebih lanjut, dengan pertimbangan melemahnya pertumbuhan ekonomi, rendahnya inflasi, potensi pelonggaran kebijakan The Fed, serta kondisi eksternal Indonesia yang relatif stabil.

Dengan arah kebijakan moneter yang masih terbuka, para pelaku pasar dan investor akan terus mencermati sinyal dari Bank Indonesia maupun The Fed, guna memahami arah suku bunga dan dampaknya terhadap perekonomian nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

36 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.