Tim SAR temukan korban terseret ombak di Pangandaran
📅 Minggu, 15 Jun 2025, 22:45 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/HO-Basarnas
Pangandaran -- Tim Search And Rescue (SAR) gabungan menemukan dalam kondisi tewas seorang remaja, sebagai korban terseret arus ombak di Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu.
Komandan Tim Rescue Pos SAR Pangandaran Edwin Purnama mengatakan korban terbawa arus itu, Amir Maulana (15), wisatawan lokal Pangandaran dilaporkan tenggelam, Jumat (13/6), dan berhasil ditemukan saat pencarian hari kedua dalam kondisi meninggal dunia.
"Sudah ditemukan," katanya.
Ia menjelaskan kecelakaan laut itu bermula ketika korban bersama lima teman bermain bola di pantai, kemudian berenang yang tanpa disadari datang ombak besar dan arus kuat menyebabkan korban dan satu lainnya terbawa arus.
Kedua korban yang terbawa arus, kata dia, yakni Amir Maulana dan Rivaldi (10), warga Pangandaran, sedangkan lainnya, Rivaldi, berhasil diselamatkan nelayan lalu dibawa ke pantai, sedangkan Amir hilang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ombak yang cukup besar menyebabkan korban terseret kemudian terbawa arus laut," katanya.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan pencarian ke tengah lautan dan menyisir pantai, hingga akhirnya korban ditemukan mengapung di lautan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban itu, kata dia, pertama kali ditemukan oleh nelayan di Blok Karang Luhur atau tidak jauh dari lokasi awal korban berenang, kemudian tim SAR gabungan menuju lokasi penemuan untuk mengevakuasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Setelah tiba di lokasi penemuan, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pandega Pangandaran," katanya.
Jenazah selanjutnya dilakukan autopsi di rumah sakit sebelum akhirnya diserahkan kepada keluarga korban untuk dilakukan proses pemakaman.
Setelah korban ditemukan itu, operasi pencarian korban yang melibatkan tim SAR gabungan terdiri atas Basarnas, Pos AL Pangandaran, Satpolairud Pangandaran, Taruna Siaga Bencana Pangandaran, SAR Barakuda, dan komunitas sukarelawan, maupun masyarakat dihentikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!