Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polisi: Jalur ke destinasi Wae Rebo dari Labuan Bajo putus

📅 Sabtu, 14 Jun 2025, 08:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polisi: Jalur ke destinasi Wae Rebo dari Labuan Bajo putus Doc: Antara Foto
Ket. Jembatan Nanga Kalo di Desa Borik, Manggarai Barat, rusak parah akibat banjir dan banjir rob. Polisi mengimbau wisatawan dan warga untuk menggunakan jalur alternatif menuju Wae Rebo demi keselamatan.

Kapolsek Lembor Polres Manggarai Barat Ipda Vinsen Bagus mengatakan jalur ke destinasi wisata Wae Rebo dari Kabupaten Manggarai terputus karena rusaknya Jembatan Nanga Kalo di Desa Borik Kecamatan Satar Mese Barat Kabupaten Manggarai NUsa Tenggara Timur (NTT).

"Menurut info dari Polsek Satar Mese, bahu jembatan itu tergerus banjir akibat hujan lebat kemarin," katanya di Labuan Bajo, Jumat.

Ia juga menjelaskan kerusakan jembatan akibat cuaca ekstrem itu juga bisa diakibatkan karena banjir rob, sebab jembatan tersebut berdekatan dengan pesisir pantai.

Kemudian untuk ke destinasi wisata Wae Rebo para wisatawan dari Labuan Bajo kerap melalui jalur Nangalili Kabupaten Manggarai yang melalui Jembatan Nanga Kalo di Desa Borik.

Sehingga, lanjut dia, para wisatawan, warga serta pelaku pariwisata diminta agar memilih jalur alternatif ke destinasi wisata Wae Rebo lainnya yakni melewati lewat Simpang Pela - Manggarai.

"Dipastikan bahwa jembatan itu belum bisa dilewati kendaraan roda empat, sehingga meneruskan informasi dari Polsek Satar Mese agar para wisatawan ataupun pengguna jalan lainnya menghindari jalur tersebut," katanya.

Lebih lanjut, ia juga meminta agar warga dan para wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan karena masih terdapat bencana hidrometeorologi karena cuaca ekstrem di wilayah NTT.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mewaspadai potensi banjir rob pada 13-14 Juni 2025.

“Banjir pesisir atau rob ini disebabkan oleh adanya fenomena bulan purnama pada 11 Juni 2025 yang berpotensi meningkatkan air laut maksimum,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga.

Berdasarkan pantauan, katanya, prediksi pasang surut, kecepatan angin, dan tinggi gelombang, dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT berupa potensi banjir rob.

Karena itu pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini banjir rob di wilayah pesisir perairan NTT yang berlaku pada 13-14 Juni 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Tim Aston Villa bakal Kunju...

OKK PWI Jaya Angkatan ke-24/2026 Sukses

51 menit yang lalu | Diapari S

Megapolitan
OKK PWI Jaya Angkatan ke-24...
PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

PLN Tegaskan Sistem Kelistrikan di Pulau Jawa Berangsur Normal

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.