Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lajang Itu Pilihan, Simak 5 Tips Menjadi Single tapi Tetap High Quality

📅 Sabtu, 14 Jun 2025, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Tren ini mengindikasikan beberapa hal: orang-orang kini lebih berfokus mengembangkan karier, lebih ingin jalan-jalan, punya masalah dalam membangun hubungan, atau memang memilih untuk menjadi single pada awal usia dewasa mereka.

Individu-individu tersebut termasuk orang-orang yang mengklaim diri mereka “single at heart”. Mereka secara sadar memilih menjadi single karena memandang penting kesendirian dan kebebasan.

Tekanan sosial tetap ada

Meski semakin banyak individu single di usia 20-an dan 30-an, entah karena pilihan atau situasi tertentu, tekanan sosial untuk melepas status single terus ada.

Ini tak mengherankan karena kita hidup di tengah masyarakat yang memang sangat memandang penting hubungan pernikahan dan memiliki anak.

Menjalin hubungan romantis dan membangun keluarga tentu pilihan hidup yang umum dan valid untuk dimiliki individu. Namun, obsesi dengan hubungan romantis justru dapat merugikan jika dibandingkan dengan menjadi single.

Individu yang single sering kali dianggap “belum utuh” semata-mata karena mereka tidak punya pasangan.

Penelitian yang saya lakukan dengan kolega saya menunjukkan bahwa individu yang single sering kali merasa dikecualikan, dijauhi, dan dikasihani karena status mereka. Pandangan ini berdampak pada kesejahteraan mental mereka.

Mereka juga menghadapi stereotip negatif seperti dianggap egois, tidak berperasaan, penyendiri, atau antisosial.

Meski standar untuk berpasangan muncul dari masyarakat, orang-orang single bisa menyerap standar tersebut dalam hidup mereka. Alhasil, mereka justru terkena dampak negatifnya.

Dalam riset lainnya, kami meneliti apa yang kami sebut dengan “relationship pedestal beliefs” atau “kepercayaan hubungan adalah segalanya”. Kami ingin mengukur sampai di level mana individu mempercayai bahwa mereka perlu berada di sebuah hubungan romantis terlebih dahulu agar bisa bahagia.

Kami menemukan bahwa individu single yang memiliki kepercayaan tersebut cenderung tak nyaman hidup sendirian sehingga mengalami kepuasan hidup yang lebih rendah.

Bagaimana cara menjadi single, tetapi high-quality?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

25 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

35 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.