Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Langkah Menaker: Dorong Standar Global demi Kesehatan dan Keselamatan Buruh dari Bahaya Biologis

📅 Jumat, 13 Jun 2025, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Langkah Menaker: Dorong Standar Global demi Kesehatan dan Keselamatan Buruh dari Bahaya Biologis Doc: Antara
Ket. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di sela Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-113, di Jenewa, Swiss, Jumat (13/6).

Jakarta - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong penetapan standar internasional dalam melindungi pekerja/buruh dari paparan bahaya biologis di tempat kerja.

“Pandemi COVID-19 telah menjadi pelajaran berharga bagi dunia kerja. Kami percaya bahwa sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang kuat dan adaptif merupakan fondasi penting untuk melindungi pekerja dari bahaya biologis di tempat kerja,” kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli di sela Konferensi Perburuhan Internasional (ILC) ke-113, di Jenewa, Swiss, Jumat (13/6).

Indonesia, ujar Yassierli, menyambut baik langkah Organisasi Buruh Internasional (ILO) yang tengah membahas penetapan instrumen internasional tentang pelindungan dari bahaya biologis di tempat kerja.

Menurutnya, instrumen tersebut harus dirancang fleksibel dan berbasis risiko, dengan mempertimbangkan perbedaan kapasitas antarnegara, terutama bagi negara berkembang dan pelaku usaha skala kecil seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Di tingkat nasional, Yassierli mengatakan Indonesia telah mengambil langkah nyata dalam menghadapi bahaya biologis di tempat kerja.

Salah satunya melalui penerbitan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9099 tahun 2022 tentang Penilaian Faktor Biologis di Tempat Kerja, yang mewajibkan pelaku usaha melakukan penilaian risiko secara berkala serta menerapkan langkah-langkah pengendalian terhadap bahaya seperti TBC dan HIV/AIDS.

Lebih lanjut, Kemnaker juga mengembangkan kebijakan berbasis riset serta memperkuat kolaborasi multipihak dalam menyusun pedoman pelindungan pekerja/buruh terhadap penyakit menular.

Menaker menegaskan pentingnya kerja sama tripartit antara pekerja/buruh, pengusaha, dan pemerintah untuk menyusun standar yang aplikatif dan tepat guna.

“Kami ingin memastikan bahwa standar yang dibahas tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga dapat diterapkan secara efektif di lapangan,” kata Yassierli.

Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemnaker Fahrurozi mengatakan pentingnya peran ILO dalam memberikan dukungan teknis dan penguatan kapasitas kepada negara-negara anggota.

Ia menyatakan kesiapan Indonesia untuk berbagi pengalaman, termasuk praktik baik yang diperoleh selama penanganan pandemi COVID-19 di dunia kerja.

“Kami percaya bahwa kolaborasi global dan pertukaran pengetahuan adalah kunci menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif bagi semua,” kata Fahrurozi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.