Ferrari Bidik Kemenangan Ketiga Beruntun di Le Mans 24 Jam
📅 Jumat, 13 Jun 2025, 08:52 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
LE MANS, PRANCIS – Di tengah lesunya performadi ajang Formula 1, Ferrari justru datang sebagai unggulan utama dalam perburuan gelar Le Mans 24 Jam akhir pekan ini, membidik kemenangan ketiga beruntun di ajang balap ketahanan paling prestisius di dunia.
Edisi ke-93 Le Mans akan dibuka Sabtu pukul 16.00 waktu setempatoleh legenda tenis Roger Federer yang ditunjuk sebagai starter kehormatan. Sebanyak 21 mobil Hypercar akan bertarung selama 24 jam non-stop, menembus gelap malam, fajar, dan kembali ke siang hari, dalam total lebih dari 300 putaran (setara 4.000 kilometer), disaksikan oleh 320.000 penonton yang siap bergadang dengan kopi dan bir.
Ferrari mengakhiri penantian selama 50 tahun ketika merebut kemenangan di Le Mans edisi seratus tahun pada tahun 2023, lalu mengulang sukses tersebut tahun lalu. Tim Kuda Jingkrak itu memutus dominasi Toyota yang sempat merajai dari 2018 hingga 2022. Kini, pabrikan Jepang itu bertekad merebut kembali tahta yang sempat mereka pegang selama lima tahun.
Perubahan regulasi yang diperkenalkan pada tahun 2023 kembali menggairahkan kelas utama. Musim ini, Ferrari, Toyota, dan Porsche akan menghadapi tantangan dari Aston Martin, Cadillac, BMW, Alpine, dan Peugeot.
Ferrari mengawali musim dengan impresif, menang dalam tiga seri perdana Kejuaraan Dunia Ketahanan (WEC) di Qatar, Imola, dan Belgia. Namun, Antonio Fuoco—pemenang Le Mans 2023 bersama Miguel Molina dan Nicklas Nielsen—tak ingin terlena.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jika dibandingkan tahun lalu, semua tim sekarang jauh lebih kompetitif. Ini akan jadi pertarungan yang berat,” ujar pembalap Italia berusia 29 tahun itu.
Manajer tim Ferrari, Batti Pregliasco, mengakui keunggulan Toyota. “Memenangi Le Mans tiga kali berturut-turut tentu luar biasa. Tapi Toyota sangat tangguh di sini. Mereka punya pengalaman, kemampuan, dan sumber daya untuk menang,” ujarnya.
Toyota sendiri membawa semangat balas dendam. Pembalap mereka, Nyck De Vries, yang tahun lalu hanya finis kedua, mengaku masih menyimpan rasa getir. “Hasil tahun lalu memang bagus, tapi setelah balapan sepanjang itu dengan banyak emosi, rasanya tetap pahit. Tahun ini kami ingin menebusnya,” kata mantan pembalap F1 yang sempat didepak AlphaTauri (Red Bull) pada 2023.
Sebaiknya Anda baca juga:
De Vries bukan satu-satunya mantan pembalap F1 yang menjajal Le Mans. Nama-nama seperti Jenson Button hingga Fernando Alonso, pemenang Le Mans 2018 dan 2019 bersama Toyota, mengikuti jejak para legenda F1 seperti Graham Hill, Phil Hill, dan Jochen Rindt.
Selain 21 Hypercar, ada pula 17 mobil di kelas LMP2 dan 24 di kategori LMGT3. Balapan legendaris ini juga menyimpan sisi kelam: total 22 pembalap tercatat tewas selama sejarahnya. Tahun ini, Le Mans memperingati 70 tahun tragedi 1955 ketika mobil Pierre Levegh menabrak dan pecah, menewaskan sedikitnya 81 penonton, jumlah pastinya tak pernah dikonfirmasi.
Itu menjadi pengingat suram akan risiko yang dihadapi 186 pembalap tahun ini, termasuk trio pembalap wanita dari tim LMGT3 “Iron Dames”: Sarah Bovy, Rahel Fry, dan Celia Martin.
Kabar baiknya, prakiraan cuaca dari badan meteorologi Prancis menunjukkan kondisi cerah sepanjang akhir pekan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!