Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penanganan Stunting Secara Komprehensif dari Hulu ke Hilir

📅 Kamis, 12 Jun 2025, 22:35 WIB | Oleh:
Penanganan Stunting Secara Komprehensif dari Hulu ke Hilir Doc: Antara
Ket. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat berkunjung ke balita stunting.

Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, melakukan pencegahan dan penanganan stunting secara komprehensif dari hulu ke hilir melibatkan banyak pihak sehingga prevalensi stunting turun secara signifikan.

Angka stunting di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2021 tercatat 8,64 persen (4.730 kasus), tahun 2022 turun menjadi 3,95 persen (2.704 kasus), tahun 2023 kembali turun menjadi 3,53 persen (2.555 kasus), dan pada tahun 2024 turun menjadi 2,44 persen (2.269 kasus).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Kamis, mengungkapkan bahwa stunting merupakan salah satu yang menjadi fokus utama untuk diselesaikan bersama dalam pembangunan kesehatan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

"Ini sesuai dengan komitmen pemkab agar tidak ada bayi yang lahir stunting, jangan ada pula bayi dan balita stunting yang tidak tertangani," katanya.

Ipuk menjelaskan penanganan dilakukan di berbagai sektor, bukan hanya dari sisi kesehatan saja, melainkan juga faktor penyebab lainnya, seperti lingkungan, pola asuh hingga kesehatan.

Di sisi kesehatan, lanjut dia, melakukan perbaikan gizi pada remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan, hingga pendampingan kesehatan dan gizi pada balita.

"Penanganan stunting dilakukan keroyokan oleh pemerintah, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan banyak pihak lain," kata Bupati Ipuk.

Ipuk mengatakan banyak program yang digulirkan untuk penanganan stunting di Banyuwangi, di antaranya Banyuwangi Tanggap Stunting, yakni  intervensi nutrisi bagi ibu hamil risiko tinggi dan baduta dari keluarga miskin dengan melibatkan pedagang sayur keliling.

"Pedagang sayur kami edukasi tentang ibu hamil risiko tinggi dan balita stunting, sehingga saat keliling menjajakan sayur dan menjumpai warga yang suspek, mereka bisa menginformasikan kepada kader posyandu maupun puskesmas setempat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Dua Lansia Terluka dalam Kebakaran Rumah di Setiabudi

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Dua Lansia Terluka dalam Ke...
Megapolitan
Wilayah Barat dan Timur Bog...

BBM Mahal, Warga Tangerang Hijrah ke Pertalite

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
BBM Mahal, Warga Tangerang ...

Bandit yang Memalak di Jakarta Pusat Diringkus

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Bandit yang Memalak di Jaka...
Luar Negeri
Warga Russia Dibatasi dalam...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp73.000/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

Gempa Magnitudo 5,1 Kembali Guncang Sulawesi Tengah

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.