Kepala Intel AS: Dunia Kian Dekat ke Ambang Perang Nuklir
📅 Kamis, 12 Jun 2025, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/ SAUL LOEB
WASHINGTON DC - Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat (AS), Tulsi Gabbard, menyatakan bahwa dunia kini berada dalam kondisi paling dekat menuju kehancuran akibat perang nuklir. Oleh karena itu ia pun menyerukan kepada negara-negara pemilik senjata nuklir untuk menempuh jalan perlucutan senjata dan menghindari peningkatan ketegangan global.
Dalam sebuah video yang diunggah di platform X, Gabbard menceritakan kunjungannya baru-baru ini ke Kota Hiroshima, Jepang, yang merupakan lokasi pertama dalam sejarah yang dijatuhi bom atom oleh AS pada tahun 1945. Ia mengakui dampak mengerikan dari serangan nuklir tersebut terhadap umat manusia.
"Pengalaman ini akan terus membekas dalam diri saya dan hari ini, kita berada lebih dekat dari sebelumnya ke jurang kehancuran nuklir, sementara para elite politik dan penyulut perang dengan sembrono menebar ketakutan dan meningkatkan ketegangan antarnegara pemilik senjata nuklir," kata Gabbard.
"Maka, saatnya kita, rakyat bersuara dan menuntut kegilaan ini berakhir. Kita harus menolak jalan menuju perang nuklir dan bekerja menuju dunia di mana tak seorang pun hidup dalam bayang-bayang bencana nuklir," tegas dia.
Menurut perkiraan terbaru para peneliti nuklir, jumlah hulu ledak nuklir yang siap digunakan di seluruh dunia meningkat dari 9.583 pada tahun 2024 menjadi 9.615 pada 2025. Sementara itu, total jumlah hulu ledak nuklir global kini mencapai 12.340 unit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga Juni 2025, terdapat sembilan negara yang diketahui memiliki hulu ledak nuklir yang dapat digunakan yaitu Russia, AS, Tiongkok, Prancis, Inggris, India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara. Ant/Sputnik-OANA/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!