Disney dan Universal Gugat Midjourney atas Dugaan Pelanggaran Hak Cipta Besar-Besaran
📅 Kamis, 12 Jun 2025, 18:35 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Getty Images
JAKARTA - Dua raksasa industri hiburan, Disney dan Universal (milik Comcast), secara resmi menggugat platform AI generatif Midjourney di pengadilan federal Los Angeles pada Rabu. Gugatan tersebut menuduh Midjourney melakukan pelanggaran hak cipta dalam skala besar, dengan menggunakan karya-karya karakter ikonik milik studio tanpa izin untuk melatih model AI mereka.
Dalam dokumen gugatan yang diperoleh Deadline, Midjourney dituduh sebagai “jurang plagiarisme yang tak berdasar.” Perusahaan tersebut dianggap telah melanggar hukum dengan melatih sistem AI-nya menggunakan perpustakaan visual Disney dan Universal secara ilegal, termasuk karakter seperti Darth Vader dari Star Wars dan Elsa dari Frozen. Tuduhan ini muncul di tengah kekhawatiran industri terhadap kemajuan pesat AI generatif yang dinilai membahayakan ekosistem kreatif.
Kim Harris, Wakil Presiden Eksekutif dan Penasihat Umum NBCUniversal, menyampaikan bahwa gugatan ini bertujuan untuk melindungi hasil kerja keras para seniman serta investasi besar yang dikeluarkan perusahaan dalam menciptakan konten.
“Kasus ini adalah tentang melindungi kerja keras semua artis yang karyanya menghibur dan menginspirasi kami,” ujarnya.
Gugatan tersebut menyatakan bahwa Midjourney telah mengambil karya-karya milik Disney dan Universal, lalu memproduksi serta mendistribusikan ulang gambar yang secara terang-terangan menjiplak karakter-karakter terkenal. Tidak hanya itu, mereka juga menyebut bahwa pengembangan video AI yang direncanakan Midjourney semakin memperparah potensi pelanggaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Pembajakan adalah pembajakan. Apakah pelanggaran itu dilakukan oleh manusia atau teknologi, seperti AI, tetap melanggar hukum,” demikian isi gugatan.
Posisi hukum Midjourney pun diperlemah oleh pernyataan pendirinya, David Holz, dalam wawancara dengan Forbes pada tahun 2022. Dalam wawancara tersebut, Holz secara terang-terangan mengakui bahwa perusahaan tidak memverifikasi asal-usul gambar yang digunakan untuk pelatihan AI, termasuk apakah karya tersebut masih dilindungi hak cipta atau tidak.
“Tidak ada cara untuk mendapatkan seratus juta gambar dan mengetahui dari mana asalnya,” kata Holz.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ini bukan kali pertama Midjourney terseret kasus hukum. Tahun lalu, sepuluh seniman menggugat Midjourney dan Stability AI atas dugaan penggunaan karya berhak cipta mereka tanpa izin. Hakim federal di California menyatakan gugatan tersebut masuk akal dan memungkinkan untuk dilanjutkan. Kasus tersebut masih berlangsung, seiring dengan gugatan serupa yang dihadapi OpenAI dan Meta.
Langkah Disney dan Universal menunjukkan bahwa studio-studio besar Hollywood mulai mengambil posisi tegas terhadap perusahaan AI yang dianggap merugikan mereka. Gugatan ini juga menjadi bagian dari gelombang perlawanan industri kreatif terhadap perkembangan AI generatif yang dinilai dapat mengancam keberlangsungan ekonomi kreatif, termasuk seni, film, televisi, dan jurnalistik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!