Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Teknologi Blockchain dan Web3 Diprediksi Jadi Game Changer Industri Properti Global

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 19:45 WIB | Oleh:
Teknologi Blockchain dan Web3 Diprediksi Jadi Game Changer Industri Properti Global Doc: Istimewa
Ket. Jacopo Dettoni, Editor fDI Intelligence, dan Mehran Eftekhar, Director of WTC Holdings Cyprus dalam acara World Trade Center Association (WTCA) Global Business Forum (GBF) ke-55 di Marseille, Prancis.

JAKARTA – Perkembangan teknologi seperti blockchain dan Web3 diprediksi akan merevolusi sektor properti global di Indonesia dan seluruh dunia. Dalam forum tahunan internasional World Trade Center Association (WTCA) Global Business Forum (GBF) ke-55 di Marseille, Prancis, para pemimpin bisnis menyoroti pentingnya adopsi teknologi untuk mempertahankan daya saing di pasar global.

Forum yang diselenggarakan oleh World Trade Center (WTC) Marseille Provence pada 6–9 April 2025, dihadiri oleh lebih dari 400 peserta dari 50 negara dan hampir 120 pelaku bisnis jaringan WTC. Dalam sesi Real Estate Summit, para pakar global juga menyoroti pentingnya infrastruktur berkelanjutan dan inovasi energi sebagai pilar utama masa depan sektor properti.

“Mengadopsi solusi teknologi inovatif sangat penting untuk tetap kompetitif di tengah perubahan lanskap properti dan bisnis yang terus berkembang. Blockchain dan Web3 akan menjadi gamechanger. Teknologi ini akan membantu transaksi di dunia properti jadi lebih cepat, transparan, dan terdesentralisasi tanpa perantara seperti bank atau broker, ” kata Lia Rochat, Founder and CEO Archismart Solar (Prancis), dalam sesi “Real Estate Investment in Global Trade Hubs,” yang disampaikan melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (11/6).

Ia menegaskan, Web3, generasi internet berbasis blockchain, memungkinkan tokenisasi aset, yaitu mengubah aset fisik seperti properti menjadi token digital yang dapat diperdagangkan. Ini akan mengubah cara mengembangkan dan membiayai proyek properti.

Adopsi teknologi ini juga mulai menunjukkan perkembangan di Indonesia. Salah satu pelopornya adalah Bank Tabungan Negara (BTN), yang tengah mengembangkan produk tokenisasi properti melalui skema Dana Investasi Real Estat (DIRE) berbasis blockchain.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin tokenisasi di kawasan. Kami mendorong pelaku usaha dan institusi keuangan untuk mengadopsi teknologi ini guna menciptakan ekosistem industri yang lebih inklusif,” ungkap Wakil Presiden WTCA Asia Pasifik Scott Wang.

Tokenisasi dinilai sebagai strategi pembiayaan baru untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo, yaitu program pembangunan tiga juta rumah per tahun. Dengan teknologi ini, properti dapat dipecah dalam unit kecil yang terjangkau investor ritel sehingga mendorong inklusi dan memperdalam pasar modal.

Laporan Project Wira (BRI Ventures, Saison Capital, D3 Labs, Tiger Research) memproyeksikan nilai pasar tokenisasi aset di Indonesia mencapai 88 miliar dollar AS atau setara 1.390 triliun rupiah pada tahun 2030.

Hingga kini, empat entitas telah melakukan tokenisasi aset dunia nyata (RWA), salah satunya properti melalui mekanisme regulatory sandbox (ruang uji coba) OJK. Hal ini menjadi langkah awal menuju regulasi penawaran aset kripto yang lebih luas.

Diego Cortese, Vice President – Venue Commercial di Dubai World Trade Center (DWTC), melaporkan dalam sesi GBF bahwa inovasi-inovasi ini telah diterapkan di dalam jaringan WTCA, seperti DWTC yang baru-baru ini bekerja sama dengan Otoritas Regulasi Aset Virtual untuk mengatur aset digital, serta menandatangani kesepakatan dengan Departemen Pertanahan Dubai untuk menerapkan tokenisasi dalam transaksi real estat.

Perkembangan teknologi lain seperti Artificial Intelligence (AI) juga disebut menjadi gelombang besar berikutnya di industri properti. Dalam Real Estate Summit yang sama, Editor fDi Intelligence Jacopo Dettoni menekankan bahwa kesiapan menghadapi gelombang AI akan menentukan keberhasilan pelaku industri.

Ia juga mencatat pergeseran arus investasi asing (FDI) dari sektor perkantoran ke jenis properti lain seperti hunian, kawasan industri, pusat data, dan fasilitas life science (laboratorium, klinik). Permintaan pusat data kini tidak lagi terpusat di kota besar, tetapi menyebar ke kota tier dua karena efisiensi biaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

51 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.