Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Jagung Surplus, Petani Tetap Menderita, Swasembada untuk Siapa?

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Produksi Jagung Surplus, Petani Tetap Menderita, Swasembada untuk Siapa? Doc: ANTAR/Raisan Al Farisi
Ket. Petani milenial memanen jagung saat kegiatan panen jagung serentak di Sekemala Integrated Farm, Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/6).

JAKARTA – Kenaikan produksi komoditas jagung semestinya sejalan dengan peningkatan kesejahteraan petani sebagai produsen. Ironisnya, kondisi tersebut seringkali terjadi pada hampir semua komoditas pertanian pangan di Tanah Air.

Rantai distribusi yang terlalu panjang ditengarai menjadi salah satu penyebab utama dari permasalahan tersebut. Kalau jalur distribusi dari produsen ke konsumen belum efisien, petani tetap saja tidak mendapat manfaat nyata dari kenainan produksi.

Pengamat Pertanian dari Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi, Universitas Warmadewa (Unwar), Denpasar, Bali I Nengah Muliarta mengatakan peningkatan produksi seharusnya dapat memberikan peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan mereka. Namun, realisasi dari peluang ini sangat bergantung pada bagaimana rantai distribusi berfungsi.

"Jika petani dapat menjual hasil panennya langsung ke konsumen atau melalui saluran yang lebih pendek, mereka akan mendapatkan keuntungan lebih besar," ucap Muliarta, Selasa (10/6).

Dia menjelaskan jalur distribusi dari petani hingga konsumen di Indonesia sering kali panjang dan kompleks. Banyak petani terjebak dalam sistem yang dikuasai tengkulak. Para spekulan tersebut seringkali mengambil margin keuntungan sangat besar. "Dengan demikian, meskipun ada peningkatan produksi, tidak semua keuntungan mengalir langsung kepada petani," ujar dia.

Untuk memastikan petani dapat menikmati manfaat dari peningkatan produksi, jelasnya, diperlukan perbaikan dalam infrastruktur dan kebijakan kondusif. Investasi dalam infrastruktur pasar, akses ke teknologi, dan pelatihan bagi petani akan sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

Secara keseluruhan, pertumbuhan yang signifikan dalam sektor pertanian berpotensi meningkatkan produk domestik bruto (PDB) dan kesejahteraan petani. Namun, tantangan yang ada dalam rantai distribusi perlu diatasi agar petani dapat menikmati keuntungan secara adil, melalui regulasi, investasi infrastruktur, serta efisiensi sistem distribusi.

“Pemerintah sering kali terfokus pada angka pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sebagai indikator utama keberhasilan ekonomi. Namun, penting untuk menyadari bahwa pertumbuhan PDB tidak selalu mencerminkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi petani yang merupakan penghasil pangan,” jelasnya.

Surplus Produksi

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) selama Januari-Juli 2025 diproyeksikan mengalami surplus. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi JPK KA 14 persen hingga Juli diperkirakan dapat mencapai 9,45 juta ton atau meningkat 11,08 persen dibandingkan Januari-Juli 2024.

“Dengan ini, pencapaian swasembada jagung optimistis semakin terwujud oleh Indonesia,” ujar Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi di Jakarta.

Ditinjau dari tren rerata harga jagung pipilan kering di tingkat produsen secara nasional, terlihat mulai ada pergerakan kenaikan yang cukup signifikan.

Dalam Panel Harga Pangan Bapanas, awal Mei rerata harga di 4.769 rupiah per kilogram (kg). Terbaru, per 9 Juni meningkat lagi menjadi 4.888 rupiah per kg.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Luar Negeri
Iran Ancam Anggap Musuh Sia...
Luar Negeri
Kanada Balas Tarif Trump, S...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.