Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Patuh HET atau Siap Kena Tegur! Mentan Bicara Soal Harga Beras

25 Rabu, 11 Jun 2025, 23:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Patuh HET atau Siap Kena Tegur! Mentan Bicara Soal Harga Beras Patuh HET atau Siap Kena Tegur! Mentan Bicara Soal Harga Beras Doc: ANTARA/HO-Kementan
Ket. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak), di Pasar Tembok, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/6/2025).

SURABAYA - Pedagang beras di seluruh Indonesia harus mengikuti ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sejauh ini produksi beras nasional dalam posisi kuat, sehingga tidak ada alasan bagi pedagang untuk menjual beras dengan harga melewati ketentuan yang telah ditetapkan.

“Ini suplainya bagus, harganya bagus Rp12.900, tapi ada daerah yang jual Rp14.000. Kami imbau tidak ada alasan harga beras naik,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/6).

Amran menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap praktik dagang yang merugikan masyarakat lantaran Satuan Tugas (Satgas) Pangan akan menindak pihak-pihak yang menjual beras di atas HET.

Untuk memastikan kestabilan harga dan stok beras, Amran pun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Tembok, Surabaya, serta berdialog dengan para pedagang.

“Saya diskusi dan bincang-bincang dengan Ibu Ria, salah satu pedagang di Pasar Tembok. Ini cukup bagus, karena harganya Rp12.900 untuk curah, dan suplainya juga bagus,” katanya lagi.

Amran menjelaskan harga beras di Pasar Tembok, Surabaya, tergolong stabil. Hal itu berbanding terbalik dengan ditemukannya harga beras curah yang menembus Rp14.000 per kilogram di Jakarta.

Provinsi Jawa Timur mencatatkan produksi padi yang melonjak, yaitu produksi gabah kering panen (GKP) pada Januari-Juli 2025 sebanyak 8.784.027 ton atau meningkat 1.029.692 ton dari periode sama pada 2024 sebesar 7.754.335 ton.

Adapun produksi beras di Provinsi Jawa Timur pada periode Januari-Juli 2025 sebesar 4.218.508 ton atau meningkat 494.507 ton dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3.724.001 ton.

”Jawa Timur ini nomor satu di Indonesia (produksi beras). Ini harus kita pertahankan dan tingkatkan dengan dukungan kebijakan dan program untuk meningkatkan produksi padi nasional,” kata Mentan Amran pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Main Cemerlang, Janice Tjen Juara Japan Open 2026  

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Main Cemerlang, Janice Tjen...
Olahraga
Caretaker Arema Tampil Perd...
Rona
Jangan Sembarangan, Ini Wak...
Luar Negeri
Layanan Kereta Kargo Tiongk...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.