Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lebih dari 70 Negara Ingin Kurangi Produksi Plastik

📅 Rabu, 11 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Lebih dari 70 Negara Ingin Kurangi Produksi Plastik Doc: AFP/Kazuhiro NOGI
Ket. Pekerja memilah sampah plastik di pusat pembuangan sampah di Kota Kamikatsu, Prefektur Tokushima.

Tokyo - Lebih dari 70 negara diperkirakan akan menyerukan penetapan target global untuk mengurangi produksi dan konsumsi plastik dengan tujuan utama untuk memerangi polusi laut.

Hal itu merupakan inti pernyataan bersama yang akan disampaikan oleh Konferensi Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNOC) pekan ini, menurut sumber yang mengetahui isu tersebut pada Senin (10/6).

Seperti dikutip dari Antara, Jepang diperkirakan tidak akan mendukung pernyataan yang akan disampaikan oleh sejumlah negara Eropa dan negara-negara kepulauan Pasifik dalam konferensi yang berlangsung mulai Senin hingga Jumat di Kota Nice, Prancis bagian tenggara.

Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dan negara penghasil minyak bumi (bahan baku utama pembuatan plastik) juga menolak pembatasan produksi, dan diperkirakan tidak akan ikut menandatangani pernyataan tersebut.

Diperkirakan lebih dari 8 juta ton sampah plastik mengalir ke laut setiap tahunnya. Kekhawatiran juga meningkat terhadap mikroplastik yang masuk ke tubuh organisme laut dan dapat berdampak pada kesehatan manusia apabila dikonsumsi.

Perundingan mengenai penyusunan traktat internasional untuk mengatasi masalah plastik global dijadwalkan akan kembali dilanjutkan di Swiss pada Agustus mendatang.

"Ini bukan lagi hanya tentang mengelola sampah, tetapi tentang mengurangi jumlah plastik yang diproduksi," ujar salah satu perwakilan negara anggota.

Namun, minimnya dukungan terhadap pernyataan bersama tersebut menyoroti tantangan besar dalam mencapai konsensus, terutama terkait regulasi produksi yang menjadi fokus utama negosiasi.

Dalam putaran pembicaraan sebelumnya di Korea Selatan pada November-Desember lalu, negara-negara peserta belum berhasil mencapai kesepakatan terkait pembatasan produksi plastik.

Pernyataan bersama tersebut juga akan menyerukan pelaporan wajib atas volume produksi, impor, dan ekspor plastik sebagai bagian dari upaya mencapai target pengurangan yang telah ditetapkan.

Prancis, yang memimpin dukungan terhadap regulasi itu, menyebut pernyataan bersama ini sebagai "kesempatan bersejarah."

Hindari Perpecahan

Sementara itu, Jepang memilih untuk tidak mencantumkan namanya dalam dokumen pernyataan, dengan alasan ingin mendorong tercapainya kesepakatan yang inklusif dan menghindari perpecahan antarnegara.

Namun, kelompok-kelompok lingkungan mengecam sikap Jepang, dan mendesak agar negara tersebut menyatakan sikap resminya demi efektivitas perjanjian global yang tengah dirancang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Sekda Berharap Jakarta Juar...
Megapolitan
Jakarta Kokoh Menuju Destin...
Nasional
Pemerintah Diminta Mitigasi...
Luar Negeri
Elon Musk Jadi Triliuner Pe...
Luar Negeri
Bagaimana Intelijen Tiongko...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Tembus Rp113 Triliun! Ini Siasat KEK Gresik Sedot Investasi di Awal 2026

Tembus Rp113 Triliun! Ini Siasat KEK Gresik Sedot Investasi di Awal 2026

14 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.