Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Palu Mewajibkan ASN Gunakan Bus Trans Palu

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 22:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wali Kota Palu Mewajibkan ASN Gunakan Bus Trans Palu Doc: ANTARA
Ket. Bus Trans Palu mengangkut penumpang di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (1/10/2024).

PALU – Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menegaskan kewajiban Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk menggunakan transportasi publik yakni bus trans Palu.

"Wajib hukumnya," katanya di Palu, Minggu (8/6).

Dia menjelaskan kewajiban itu dilaksanakan minimal dua kali dalam sepekan. Bukan dilaksanakan selama sepekan penuh. Kebijakan itu diambil dengan dasar hukum Instruksi Wali Kota Palu.

"Minimal dalam sepekan, naik bus dua kali," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo menyatakan para ASN juga dimintai bukti pembayaran QRIS, kemudian melaporkan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masing-masing.

“Ini imbauan tapi bersifat wajib, maksudnya kita imbau tapi ini ada persyaratan tertentu dalam pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), ini akan kami sampaikan ke OPD-OPD,” katanya menegaskan.

Menurut dia, kebijakan itu tidak memberatkan para ASN, karena biaya satu kali naik bus sebesar Rp5.000. Pemkot Palu beralasan bahwa arahan itu demi menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Kota Palu saat penggunaan kendaraan pribadi berkurang.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu menyoroti perlu ada evaluasi mengenai program angkutan massal Bus Rapid Transit (BRT) Bus Trans Palu yang telah berjalan selama hampir 8 bulan. Hal itu untuk memastikan proses evaluasinya berbasis kinerja, akuntabel dan transparan.

Menurut dia, program BRT Bus Trans Palu yang telah berjalan hampir delapan bulan dengan masa uji coba tiga bulan Oktober-Desember 2024. Program itu kerja sama Pemkot Palu dan PT. Bagong Transport.

“Pengguna jasa transportasi massal itu dari ke hari justru menyusut atau sepi penumpang. Padahal Pemkot setiap bulan menganggarkan sebanyak Rp1,8 miliar untuk operasionalnya,” ungkapnya.

Dia mengatakan pada tahun anggaran 2024 Pemkot telah menggunakan APBD sebanyak Rp 17,12 miliar, serta mengalokasikan sebanyak Rp 5,6 miliar pada APBD Perubahan 2024. Tetapi, perkembangannya belum menunjukkan hasil sesuai harapan. Bahkan akuntabilitas dan transparansi manajemen operasional menyisakan tanda tanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Rona
Nicolas Cage Akhirnya akan ...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.