Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Stok Beras di PIBC Aman, Pemerintah Optimistis Perberasan Nasional Terkendali

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 11:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Stok Beras di PIBC Aman, Pemerintah Optimistis Perberasan Nasional Terkendali Doc: Bapanas
Ket. Berdasarkan hasil pantauan pada periode 25 Mei sampai 1 Juni 2025, rata-rata stok beras di PIBC sebesar 49.960 ton

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) secara bersama-sama memastikan ketersediaan beras yang ada di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC). PIBC yang merupakan barometer pasar beras nasional memegang peran cukup penting dalam kaitannya pergerakan harga beras di tingkat konsumen.

Dalam kunjungan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi, Kamis (5/6) di PIBC, Jakarta, turut didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir dan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) Karyawan Gunarso, beserta perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Satgas Pangan Polri, dan Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta.

"Hari ini saya bersama Bapak Sekjen Kemdagri, ada Bapak Kepala BP BUMD Jakarta, Kemenko Pangan, Satgas Pangan Polri dan lainnya, Kita semua cek fisik berapa dan bagaimana stoknya," ungkap Arief.

Berdasarkan hasil pantauan pada periode 25 Mei sampai 1 Juni 2025, rata-rata stok beras di PIBC sebesar 49.960 ton. “Dengan rerata stok beras pada beberapa hari terakhir, tentu kita bisa melihat bahwa stok beras di PIBC di atas 45 ribu ton. Hari ini kita masih menunggu re-stock taking yang ada di PIBC, kita mau secara real tahu persis kondisi stok beras di PIBC,” tambah Arief. 

Dengan begitu, kondisi stok beras PIBC masih memadai untuk pasar tingkat grosir dan berada di level yang cukup aman. Adapun level minimal stok di PIBC yang harus dijaga berada di angka 30 ribu ton.

"Kami berkunjung ke sini tentunya telah berkomunikasi dengan Bapak Menko Pangan, Bapak Mentan juga. Jadi kalau kita sudah identifikasi, kemudian action selanjutnya apa. Butuh intervensi pemerintah atau langkah lainnya," kata Arief.

“Intervensi Pemerintah seperti penyaluran SPHP baru diperlukan jika memang pasokan terbatas dan atau harga merangkak naik dalam 10 hari di atas HET. Biasanya Gubernur DKI akan bersurat ke Pemerintah Pusat bila memang diperlukan tambahan pasokan ke PIBC,” tambah Arief. 

"Alhamdulillah kondisi inflasi hari ini, Indonesia itu salah satu yang paling baik di 1,6 persen, itu salah satu inflasi yang terbaik. Inflasi pangan pun sampai hari ini kondisinya juga masih terkendali," sebut Arief.

Dalam rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, perkembangan inflasi pangan secara tahunan di Mei 2025 masih cukup baik di 1,60 persen. Sementara dibandingkan terhadap Mei 2024, jauh lebih rendah karena saat itu berada di 8,14 persen.

"Apalagi kita lagi senang karena forecast produksi beras Januari sampai Juli 2025 naik sampai 2,83 juta ton kalau dibandingkan 2024. Logikanya kalau stok beras banyak, produksi tinggi, harga memang tidak boleh naik," ucap Kepala NFA Arief Prasetyo Adi.

Menukil data Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi beras Januari hingga Juli tahun ini diproyeksikan dapat mencapai 21,76 juta ton. Ini menandakan adanya kenaikan 14,95 persen terhadap Januari-Juli 2024 dan naik 3,1 persen dibandingkan Januari-Juli 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.