Identifikasi Kekurangan Zat Besi dengan Aplikasi Kalkulator
📅 Rabu, 04 Jun 2025, 20:30 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: SGM Eksplor
JAKARTA – Kekurangan zat besi atau defisiensi zat besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus karena berisiko menghambat kemampuan kognitif serta tumbuh kembang optimal anak.
Namun fakta menunjukkan 1 dari 3 anak Indonesia berisiko kekurangan zat besi,karena tidak mengkonsumsi makanan kaya zat besi. Bahkan sebuah survei juga menunjukkan bahwa 50% bunda tidak tahu bahwa kekurangan zat besi dapat berdampak pada kepintaran anak.
Dokter Spesialis Anak, dr. Melia Yunita, MSc, SpA mengatakan, dalam 5 tahun pertama kehidupan anak, perkembangan otak anak terjadi secara signifikan sehingga penting untuk memastikan asupan nutrisi lengkap untuk dukung kemampuan kognitif anak termasuk salah satunya mikronutrien zat besi.
Selain sangat berperan dalam pembentukan hemoglobin (sel darah merah), sistem imun tubuh, membangun pertumbuhan otot, zat besi juga dibutuhkan untuk mengoptimalkan koneksi antar sel saraf dan pembentukan neurotransmitter yang mendukung kemampuan dan proses belajar anak.
“Namun sayangnya, masih banyak orang tua yang tidak menyadari peran penting pemenuhan asupan zat besi, bahkan cenderung mengabaikan gejala kekurangan zat besi yang jika dibiarkan akan berdampak pada penurunan fokus/konsentrasi dan memori, lebih pasif karena gejala letih atau lesu, gangguan perilaku, sosio-emosional, perkembangan motorik dan juga lebih rentan sakit, sehingga nantinya dikhawatirkan dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dan prestasi anak,” ucapnya dalam siaran pers pada hari Rabu (4/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut dr. Melia menambahkan, agar asupan zat besi bisa terpenuhi dengan optimal, orang tua dapat memberikan asupan nutrisi lengkap dan seimbang yang kaya zat besi terutama protein hewani (zat besi heme) seperti daging merah, hati ayam, telur, ikan atau dari sumber nabati (zat besi non-heme) seperti kacang-kacangan dan bayam.
Jika dibutuhkan untuk pemenuhan zat besi selain dari makanan harian sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan dapat dilengkapi dengan susu pertumbuhan yang difortifikasi kombinasi zat besi dan Vitamin C untuk mengoptimalkan penyerapan zat besi.
“Selain penerapan pola makan yang kaya zat besi, orangtua juga penting identifikasi dini faktor risiko kurang zat besi secara rutin pada anak dengan berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mengoptimalkan pencegahan dini masalah kekurangan zat besi anak,” ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai upaya untuk mengatasi tantangan tersebut, Alfamart bersama SGM Eksplor memperkuat kolaborasi melalui program “Alfamart Sahabat Generasi Maju bersama SGM Eksplor” dan meluncurkan Kalkulator zat besi yang terintegrasi dalam aplikasi Alfagift yang berlangsung di Alfamart MH Thamrin, Tangerang (04/6).
Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto mengatakan, melihat pentingnya asupan zat besi yang optimal untuk mendukung anak agar lebih fokus dan aktif belajar sebagai pondasi awal generasi maju yang pintar, SGM Eksplor bersama Alfamart kembali memperkuat kolaborasi dengan meluncurkan “Kalkulator Zat Besi di aplikasi Alfagift.” Upaya ini dilakukan sebagai salah satu upaya bersama untuk berkontribusi dalam pencegahan dini masalah kekurangan zat besi pada anak.
“Melalui kolaborasi ini, SGM Eksplor dan Alfamart juga semakin memberikan kemudahan bagi para Bunda di Indonesia untuk cek kondisi zat besi si Kecil melalui Kalkulator zat besi yang sudah terintegrasi dengan aplikasi Alfagift. Kolaborasi strategis ini menjadi langkah nyata SGM Eksplor dalam mendorong upaya preventif terhadap kekurangan zat besi pada anak,” ujar dia.
Kalkulator zat besi merupakan alat bantu non-medis pertama di Indonesia yang dirancang untuk mengidentifikasi faktor risiko kekurangan zat besi pada anak. Dengan waktu hanya kurang dari 3 menit, hasil evaluasinya dapat diketahui secara praktis dan mandiri. Kalkulator zat besi ini juga dapat dimanfaatkan sebagai alat pemantauan berkala sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh tenaga kesehatan.
Corporate Affair Director Alfamart, Solihin menuturkan, kolaborasi ini adalah program berkelanjutan untuk memberikan manfaat lebih kepada para ibu tentang pemahaman gizi anak secara optimal. Alfamart dan SGM Eksplor terus berkomitmen melalui berbagai upaya berkontribusi bagi kesehatan ibu dan anak.
“Pada kesempatan ini, melalui program 'Alfamart Sahabat Generasi Maju bersama SGM Eksplor' sekaligus juga diluncurkannya 'Kalkulator Zat Besi' yang terintegrasi langsung melalui aplikasi Alfagift yang akan semakin memudahkan akses para ibu Indonesia untuk mendapatkan pemahaman tentang gizi anak yang optimal," ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!