Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hipmi Sebut Stimulus Ekonomi Belum Sentuh Kelas Menengah

📅 Rabu, 04 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hipmi Sebut Stimulus Ekonomi Belum Sentuh Kelas Menengah Doc: istimewa
Ket. Stabilitas Perekonomian - Daya Beli dapat Didorong Jika Realisasi Tepat Sasaran

Jakarta - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai kebijakan stimulus ekonomi yang digulirkan pemerintah belum sepenuhnya menjangkau kalangan kelas menengah.

Padahal kelompok ini memiliki peran penting dalam menopang konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami setuju kalangan kelas menengah belum sepenuhnya menjadi sasaran utama dalam stimulus ini. Padahal, mereka adalah kelompok konsumtif sekaligus produktif. Mereka bekerja, membayar pajak, membangun bisnis, dan mendukung roda ekonomi,” ujar Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (HIPMI) Anggawira ????? di Jakarta, Selasa (3/6).

Seperti dikutip dari Antara, Anggawira mengatakan untuk mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, pemerintah perlu merancang kebijakan afirmatif yang menyentuh langsung kelas menengah, tidak dalam bentuk bantuan langsung tunai tetapi melalui insentif yang bersifat produktif.

Tanpa keterlibatan aktif dari kelompok ini, ia khawatir pemulihan konsumsi akan stagnan dan tidak mencapai potensi optimal. Maka dari itu, HIPMI pun mengusulkan sejumlah stimulus yang dapat diarahkan ke kelas menengah.

Himpunan pengusaha itu mengusulkan adanya potongan Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi untuk segmen penghasilan menengah, subsidi bunga KPR untuk pembelian rumah pertama, serta insentif transportasi publik dan kendaraan listrik.

Selain itu, insentif pendidikan berupa voucher pelatihan dan dukungan biaya sekolah anak juga dinilai penting untuk menjaga daya beli sekaligus mendorong produktivitas jangka panjang.

Anggawira juga menyebut pentingnya stimulus berupa fasilitas pembiayaan usaha mikro dan rumah tangga produktif

“Dengan pendekatan seperti itu, konsumsi tidak hanya tumbuh jangka pendek tapi juga berdampak pada produktivitas dan investasi jangka panjang. HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendesain program stimulus yang lebih inklusif dan berbasis kebutuhan lapangan,” jelasnya.

Meski demikian, HIPMI mengapresiasi langkah pemerintah dalam memberikan sejumlah insentif sebagai bentuk keberpihakan terhadap masyarakat serta upaya menjaga daya beli di tengah perlambatan ekonomi global.

“Ini langkah progresif yang patut diapresiasi, terutama karena dilakukan secara terintegrasi lintas sektor. Namun, kami menilai efektivitasnya sangat tergantung pada kecepatan realisasi dan seberapa dalam stimulus ini menyentuh sektor produktif, termasuk UMKM dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.

Jaga Psikologi

Sementara itu, Chief Economist Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menilai paket stimulus ekonomi Juni-Juli 2025 dapat mendorong daya beli masyarakat apabila direalisasikan tepat sasaran dan cepat, agar efeknya segera terasa.

“Pemerintah bisa mempercepat realisasi belanja sosial dan subsidi langsung kepada masyarakat,” kata Banjaran di Jakarta, Selasa.

Di samping itu, menurutnya, komunikasi pemerintah yang jelas juga penting untuk menjaga psikologi konsumsi masyarakat melalui narasi positif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.