Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tuchel Pantau Cuaca Panas di Piala Dunia Antarklub sebagai Persiapan Inggris Hadapi Piala Dunia 2026

📅 Selasa, 03 Jun 2025, 17:40 WIB | Oleh:
Tuchel Pantau Cuaca Panas di Piala Dunia Antarklub sebagai Persiapan Inggris Hadapi Piala Dunia 2026 Doc: Reuters
Ket. Konferensi Pers Thomas Tuchel - Stadion Wembley, London, Inggris

JAKARTA - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, dipastikan akan menghadiri Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 yang digelar bulan ini di Amerika Serikat untuk mengamati langsung bagaimana para pemain beradaptasi dengan kondisi cuaca yang diprediksi panas dan lembap. Tuchel menilai turnamen ini menjadi momen penting untuk mempersiapkan diri menghadapi Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—berpotensi menjadi salah satu yang terpanas dalam sejarah kompetisi tersebut.

“Penting untuk menyaksikan pertandingan sekarang di Amerika, dan di Miami pada pukul tiga sore,” ujar Tuchel saat memimpin persiapan timnya menghadapi Andorra dalam laga kualifikasi di Barcelona. Ia menegaskan pentingnya memahami cara pendinginan pemain serta strategi hidrasi di tengah suhu ekstrem. "Saya akan melihatnya. Bagaimana kelihatannya, dan kita perlu memahami cara mendinginkan pemain, minum. Apa saja pilihan kita."

Saat ini, Inggris memuncaki klasemen Grup K dan hampir pasti mengamankan tempat di turnamen 2026. Namun, Tuchel memperingatkan bahwa kondisi iklim di Amerika Serikat bisa menjadi tantangan berat bagi skuadnya.

"Kita lihat saja nanti karena ini setelah musim berakhir, jadi akan sangat mirip. Pengalaman sebenarnya adalah untuk para pemain, tetapi saya sudah menjalani pramusim di Orlando dan saya akan sangat terkejut jika kami tidak mengalami kesulitan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penderitaan akibat cuaca kemungkinan akan menjadi salah satu isu utama Piala Dunia 2026.

Sebagai bagian dari persiapan, skuad Inggris menjalani pelatihan di Girona, Spanyol, dan menggunakan tenda penghangat untuk menguji reaksi serta pemulihan pemain dalam latihan bersuhu panas dan lembap. Langkah ini dimaksudkan untuk mensimulasikan kondisi ekstrem yang mungkin mereka hadapi tahun depan.

Prediksi cuaca untuk Piala Dunia 2026 menunjukkan potensi suhu ekstrem di beberapa kota tuan rumah. Enam belas stadion akan digunakan, dengan kota seperti Dallas mencatat lebih dari 80% hari pada bulan Juni dan Juli memiliki suhu di atas 28 derajat Celsius. Sebuah studi yang dipimpin oleh Universitas Brunel mengungkap bahwa berdasarkan data cuaca selama dua dekade terakhir, 14 dari 16 stadion akan mengalami suhu minimum 28 derajat setiap hari pada bulan tersebut, dan empat stadion kemungkinan bisa mencapai suhu 32 derajat atau lebih.

Organisasi pemain global FIFPRO juga telah menyuarakan kekhawatiran terhadap kondisi tersebut. Mereka menganjurkan jeda pendinginan dilakukan pada menit ke-30 dan ke-75 apabila Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) berada antara 28–32 derajat Celsius. Jika WBGT melebihi 32 derajat, maka pertandingan maupun sesi latihan idealnya dijadwal ulang demi keselamatan pemain.

Dengan berbagai data dan langkah antisipatif ini, Tuchel menegaskan pentingnya kesiapan menyeluruh baik secara fisik, teknis, maupun taktis untuk menghindari dampak buruk dari iklim ekstrem yang kemungkinan besar akan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta Piala Dunia 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.