Ratusan UMKM di Pontianak Dapatkan Pendampingan dari Program Kota Masa Depan
📅 Selasa, 03 Jun 2025, 20:55 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Grab
JAKARTA- Melanjutkan kolaborasi Grab Indonesia dan Ovo dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia dalam program akselerasi digital Kota Masa Depan (Kolaborasi Nyata Untuk Masa Depan), Kota Pontianak menjadi kota potensial ke-15 dalam rangkaian program Kota Masa Depan.
Dalam periode ke-tujuh ini, penyelenggaraan program Kota Masa Depan di Pontianak juga berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Digital, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan Pemerintah Kota Pontianak. Program ini memberi pendampingan digitalisasi serta dukungan pengembangan usaha bagi UMKM melalui rangkaian aktivitas pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi mengatakan, Grab Indonesia dan Ovo berkomitmen untuk menjadi mitra pertumbuhan dan terus mendukung percepatan inklusi digital dan keuangan di berbagai daerah. Melalui program Kota Masa Depan, pihaknya ingin memberi pendampingan yang tepat bagi pengusaha UMKM, agar mereka tidak hanya bertahan tetapi juga tumbuh di tengah perubahan zaman.
“Di kota seperti Pontianak, kami melihat potensi besar dari para pengusaha UMKM lokal, dan kami percaya bahwa dengan akses pada teknologi, pelatihan, serta jaringan ekosistem Grab, UMKM bisa semakin naik kelas,” ucapnya melalui keterangan tertulis pada hari Selasa (3/6).
Sementara itu Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia, Maman Abdurrahman yang hadir langsung dalam acara pembukaan program Kota Masa Depan di Pontianak menyampaikan, digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Digitalisasi menjadi kunci peningkatan daya saing UMKM di era sekarang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Maka dari itu, Pemerintah terus mendorong adopsi teknologi oleh UMKM salah satunya dengan mengadakan berbagai macam pelatihan yang bertujuan memfasilitasi UMKM agar terintegrasi dalam ekosistem digital dan mampu mengoptimalkan fitur marketplace untuk meningkatkan penjualan,” ujar dia.
Ia berharap semakin banyaknya dukungan terhadap UMKM seperti program ini dapat menguatkan ekonomi akar rumput, karena UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB Indonesia dan menyerap 97% tenaga kerja.
Dengan tema “Berani Digital,” program #KotaMasaDepan di Pontianak berhasil menjaring ratusan UMKM binaan dari Dinas Koperasi Pontianak. Dari jumlah tersebut, sejumlah UMKM telah mengikuti pelatihan online pada 23 Mei 2025 untuk belajar mengembangkan usahanya di ekosistem digital.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama program berlangsung, para UMKM peserta akan mendapatkan berbagai bentuk dukungan, seperti bantuan pengurusan sertifikat Halal, pelatihan digital secara daring, serta sesi peningkatan kapasitas dan berbagi pengalaman secara langsung (luring),” ujar dia.
Berdasarkan data terakhir yang dihimpun oleh Dinas Koperasi UKM Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2024, jumlah usaha di Kota Pontianak mencapai 4.056 jenis usaha yang terdiri dari usaha mikro, kecil, dan menengah.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, digitalisasi tidak bisa kita hindari dari setiap aktivitas kita, maka dari itu penting adanya digitalisasi UMKM. Sejak pandemi, kota Pontianak sudah beralih ke digital, termasuk di pasar-pasar, sehingga masyarakat di Pontianak sangat maju dan melek digital, tidak kalah dengan anak muda di kota-kota maju lainnya.
“Di Pontianak, Pemerintah terus mendukung para UMKM dengan menyiapkan materialnya termasuk peralatannya, salah satunya pada tahun ini membangun rumah kemasan gratis untuk pemula UMKM. Kami berharap, melalui program akselerasi digital untuk para UMKM seperti ini, dapat membantu para UMKM untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produknya,” ungkapnya.
Yaser Mas'UD Attamimi, pemilik Sers Pizza (salah satu Mitra Merchant Grab), yang telah mengikuti rangkaian pelatihan program Kota Masa Depan di Pontianak menyampaikan pengalamannya, Bergabung sebagai merchant Grab membantunya membuka jangkauan pasar menjadi lebih luas.
Selain itu, ia sebagai pengusaha UMKM optimis bisa menjadi UMKM yang naik kelas setelah mengikuti program Kota Masa Depan. Pasalnya selama pendampingan ia merasa mendapat banyak pelajaran baru, seperti cara foto produk yang menarik, tips pemasaran, dan juga informasi mengenai produk-produk apa saja yang paling laku di jam-jam tertentu sebagai referensi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!