Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pasaman Barat Usulkan Lahan 6,3 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Wujudkan Akses Pendidikan Gratis bagi Anak Miskin

📅 Senin, 02 Jun 2025, 21:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Pasaman Barat Usulkan Lahan 6,3 Hektare untuk Sekolah Rakyat, Wujudkan Akses Pendidikan Gratis bagi Anak Miskin Doc: Antara Foto
Ket. Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mengusulkan lahan seluas 6,3 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Program ini bertujuan memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, mendukung program unggulan Presiden Prabowo Subianto

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat telah mengusulkan 6,3 hektare lahan untuk dijadikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat (SR) ke pemerintah pusat.

"Lahan itu berada di Padang Tujuh dekat kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Perhubungan. Tanah itu merupakan milik Pemkab Pasaman Barat," kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Senin.

"Saat ini pihaknya masih menunggu survei dari Kementerian Sosial terkait lokasi yang telah diusulkan itu.

"Proposal permintaan pembangunan sekolah rakyat telah kita ajukan ke pemerintah pusat. Segala kelengkapan telah kita penuhi. Tinggal menunggu survei lokasi," katanya.

Dia berharap pihak Kementerian Sosial segera di survei sehingga kepastian pembangunan Sekolah Rakyat ini bisa diperoleh dan bisa membantu siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Kepala Dinas Sosial Randy Hendrawan mengatakan dalam proposal usulan itu disampaikan permintaan agar ada pembangunan Sekolah Rakyat sebanyak dua rombongan belajar yang terdiri dari 36 ruang belajar.

"Untuk tingkatan sekolah dasar sebanyak 18 ruangan, SMP 9 ruangan dan 9 ruangan untuk SMA," katanya.

Dia menyebutkan sesuai program Presiden Prabowo Subianto Sekolah Rakyat itu nantinya akan diperuntukkan untuk anak-anak dari keluarga miskin yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN), khususnya kelompok desil 1 dan 2.

"Sekolah itu gratis dan nantinya akan dilengkapi dengan asrama dan fasilitas umum lainnya," katanya.

Sekolah Rakyat itu merupakan program pendidikan berasrama yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Presiden Prabowo menekankan program itu bukan sekadar membangun fasilitas pendidikan, tetapi sebuah langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat miskin.

Program Sekolah Rakyat akan menjadi tonggak baru dalam upaya pemerataan pendidikan dan pemberantasan kemiskinan di Indonesia.

Dengan konsep pendidikan gratis dan berasrama, lulusan sekolah ini diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menjadi agen perubahan guna mengubah taraf kesejahteraan keluarganya untuk terlepas dari jerat kemiskinan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.