Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menuju Puncak Haji, Jamaah Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah 4 Juni

📅 Senin, 02 Jun 2025, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menuju Puncak Haji, Jamaah Indonesia Mulai Bergerak ke Arafah 4 Juni Doc: Antara
Ket. Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (30/5).

Makkah - Kementerian Agama RI melaporkan jamaah calon haji Indonesia akan diberangkatkan ke Arafah pada 8 Dzulhijah atau 4 Juni 2025 untuk memulai seluruh proses rangkaian ibadah haji 1446 Hijriah.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan pihaknya terus memperkuat konsolidasi data serta menyusun skema untuk memastikan jamaah diberangkatkan ke Arafah.

"Kami menyusun berbagai skema mitigasi pergerakan jamaah, untuk memastikan seluruh jamaah terangkut ke Arafah. Jangan sampai ada yang tertinggal, tercecer, bahkan terabaikan," kata Hilman di Makkah, Arab Saudi, Senin (2/6).

Hilman Latief menjelaskan tiga skema mobilisasi jamaah calon haji menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang telah disiapkan.

Pertama, skema pergerakan reguler. Dalam skema pergerakan reguler, jamaah diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah untuk melaksanakan wukuf.

Selepas Maghrib, jamaah diberangkatkan menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit (menginap). Setelah melewati tengah malam, jamaah bergerak ke Mina untuk mabit hingga 12 atau 13 Dzulhijah.

"Ini (pergerakan reguler) akan diikuti sekitar 67 persen atau sekitar 136 ribu calon haji Indonesia," kata Hilman.

Skema kedua adalah Murur. Setelah menunaikan wukuf di Arafah dan usai masuk waktu Maghrib, jamaah bergerak melintasi Muzdalifah (tidak turun dari bus), lalu menuju Mina. Skema ini akan diikuti sekitar 33 persen atau sekitar 60 ribuan calon haji Indonesia.

Skema ketiga, yakni Tanazul. Jamaah calon haji yang melakukan Tanazul adalah mereka yang akan melempar jumrah pada 10 Dzulhijah (setelah wukuf dan mabit di Muzdalifah), lalu kembali ke hotel, tidak kembali lagi ke tenda Mina.

"Mereka adalah jamaah yang tinggal di hotel sekitar wilayah Syisyah dan Raudhah," kata dia.

Jemaah Tanazul akan kembali ke Jamarat untuk melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada 11, 12, dan 13 Dzulhijah. Skema ini ditargetkan akan diikuti 37 ribu calon haji.

Skema Murur dan Tanazul merupakan upaya pemerintah untuk mengurai kepadatan di Muzdalifah dan Mina. Kedua skema ini diterapkan, setelah pemerintah melakukan kajian dan didapatkan kesimpulan bahwa hal tersebut tidak menyalahi syariat ibadah haji.

Bagi jamaah lansia, disabilitas, dan memiliki komorbid, diberlakukan Safari Wukuf Khusus. Mereka akan mendapatkan pengawalan tenaga medis, pendamping ibadah, dan hotel transit untuk memastikan tetap bisa menjalankan rukun dengan aman dan layak.

Selain itu, Hilman juga menjelaskan skenario pergerakan jamaah calon haji Indonesia selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.