Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus TBC di Jakarta Sudah Mencapai 21.000

📅 Senin, 02 Jun 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Kasus TBC di Jakarta Sudah Mencapai 21.000 Doc: ANTARA/Rina Nur Anggraini
Ket. Ilustrasi - Warga menjalani tes mantoux bagian dari pemeriksaan TBC di SDN Duren Tiga 01, Jakarta.

JAKARTA – Warga diminta waspada karena kasus penyakit tuberkulosis (TBC) di Jakarta sudah mencapai 21.667 pada periode Januari hingga Mei 2025. Pelaksana tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Jakarta, Ovi Norfiana, Minggu, mengatakan, periode sama tahun lalu 27.000 lebih kasus TBC

“Memang ada penurunan, namun warga tetap harus waspada,” jelas Ovi. Perbedaan jumlah kasus kedua tahun ini mencerminkan dinamika dalam pelaksanaan program penanggulangan TBC di Jakarta.

Ovi menyatakan, peningkatan jumlah kasus yang ditemukan, bukan berarti terjadi peningkatan penularan secara mutlak. Ini bisa diartikan menjadi indikator positif dari semakin masifnya upaya penjaringan dan penemuan kasus aktif di masyarakat.

“Semakin banyak kasus yang terdeteksi secara dini, maka peluang untuk memutus rantai penularan dan mencapai eliminasi TBC akan semakin besar,” tandasnya.

Salah satu upaya meningkatkan kewaspadaan TBC, kata dia, Pemerintah Provinsi Jakarta menginisiasi pembentukan Kampung Siaga TBC. Saat ini, tercatat 274 Kampung Siaga TBC yang sudah terbentuk.

Dinas Kesehatan Jakarta menyatakan Kampung Siaga ini untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan keterlibatan mereka terhadap penanggulangan tuberkulosis. “Jadi, 274 itu bukan berarti kampung dengan kasus TBC terbanyak di Jakarta, tapi justru di situ yang menjadi permodelan penanggulangan TBC bisa dimulai dari masyarakat,” tambah Ovi.

“Warga kampung siaga melibatkan semua unsur termasuk tokoh masyarakat dan pamong setempat selain unsur kesehatan,” kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia. Dwi berharap 274 Kampung Siaga TBC nantinya dapat dikembangkan agar bisa direplikasi di semua RW Jakarta untuk bersama-sama menanggulangi TBC.

Jangan Putus

Sementara itu, Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR Dr Nastiti Kaswandani, SpA, Subsp.Resp (K) menyampaikan bahwa pengobatan tuberkulosis atau TBC yang terputus bisa membahayakan. “Itu ada bahayanya, bukan hanya tidak sembuh, tetapi kuman yang sedang diobati menjadi kebal obat,” katanya.

Dalam kondisi yang disebut Tuberkulosis Resisten Obat atau TBC RO, obat antituberkulosis (OAT) yang diberikan pertama kali sudah tidak bisa mengatasi kuman Mycobacterium tuberculosis di tubuh pasien.

Pasien TBC RO harus minum lebih banyak obat setiap hari dan menjalani pengobatan dalam jangka lebih lama sesuai dengan rekomendasi dari tim ahli klinis agar bisa sembuh. Pengobatan tuberkulosis resisten obat membutuhkan waktu sembilan bulan sampai24 bulan dengan tindak lanjut ketat dari tenaga medis untuk menilai perkembangan pengobatan pasien.

Pasien yang mengalami TBC RO bisa menularkan kuman yang sudah kebal terhadap obat kepada orang lain. Kondisi ini menyulitkan upaya penanggulangan tuberkulosis. Supaya tidak sampai mengalami TBC RO, pasien harus minum obat secara teratur sampai tuntas sesuai dengan standar pengobatan penyakit tuberkulosis.

Dokter Nastiti menyampaikan bahwa putus obat TBC dapat terjadi pada pasien yang lupa minum obat selama beberapa hari berturut-turut atau sering memuntahkan obat yang diminum. Pasien yang demikian dianjurkan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah mengalami resistensi obat dan harus mengulang pengobatan.

“Bukan juga berarti sudah minum obat empat bulan teratur, kemudian satu hari lupa atau ketinggalan ketika pergi keluar kota, itu bukan berarti mulai lagi dari awal,” kata dokter Nastiti. Menurutnya, dokter akan memperhitungkan persentase obat yang sudah berhasil diminum dan gagal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.