Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Malang Turunkan Sejumlah Petugas untuk Cek Kesehatan Hewan kurban

📅 Minggu, 01 Jun 2025, 21:15 WIB | Oleh:
Pemkot Malang Turunkan Sejumlah Petugas untuk Cek Kesehatan Hewan kurban Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dam Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Jawa Timur Slamet Husnan.

MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyebar puluhan petugas untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan hewan kurban yang dipasarkan di wilayah tersebut, jelang pelaksanaan Idul Adha 2025.

"Semua bidang peternakan, bidang perikanan, pertanian, dan sekretariat kami tugaskan untuk mengecek kesehatan hewan kurban di Kota Malang. Jumlah (petugas) sekitar 65 orang," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan di Kota Malang, Minggu.

Pengecekan kondisi kesehatan di lapangan ini akan dilaksanakan, pada Senin (2/6), sekaligus juga Dispangtan melakukan pendataan untuk mengetahui berapa banyak jumlah lapak hewan kurban yang ada di Kota Malang tahun ini.

"Cek fisik di lapangan itu antemortem dulu, nanti saat penyembelihan juga ada postmortem. Surat kesehatan hewan dari daerah asal kami cek juga," ujarnya.

Slamet menyatakan apabila dari hasil pemeriksaan antemortem ditemukan adanya hewan kurban yang mengalami gejala terserang penyakit tertentu, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun lumpy skin disease (LSD), maka petugas akan langsung mengambil tindakan penanganan.

"Kalau ada sapi yang terserang PMK petugas langsung melakukan pengobatan di lokasi. Kami menyarankan kepada pedagang agar hewan itu tidak dijual, hewannya dikarantina," ujar dia.

Dia menambahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Universitas Brawijaya untuk membantu pelaksanaan pengecekan kondisi kesehatan hewan kurban yang dijual di Kota Malang.

"Kami sudah melakukan diseminasi dengan peserta mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, totalnya ada 250 mahasiswa," kata dia.

Selain itu, Dispangtan Kota Malang juga mengimbau kepada pedagang hewan kurban agar rutin memperhatikan kondisi kebersihan kandang dan lokasi berdagang, sebagai upaya dini mencegah munculnya PMK maupun LSD.

"Kalau situasinya sedang tidak ada petugas dan hewan ternaknya mengalami sakit supaya langsung melaporkan ke kami. Saluran informasi yang bisa dihubungi kami sebarkan melalui media sosial," tutur dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.