Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenalkan warisan budaya lewat fesyen berkelanjutan

📅 Jumat, 30 Mei 2025, 19:10 WIB | Oleh:
Kenalkan warisan budaya lewat fesyen berkelanjutan Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Ketua Umum APPMI Poppy Dharsono menekankan pentingnya menciptakan produk fesyen berkelanjutan dalam rangkaian acara bincang-bincang di Indonesia Fashion Week (IFW) yang digelar di Jakarta, Jumat (30/5).

Jakarta -- Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) mengajak masyarakat untuk memperkenalkan warisan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa kepada dunia melalui produk fesyen yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

"Kita harus memperkenalkan justru (produk fesyen) heritage (warisan budaya) kita yang rata-rata tidak memakai kimia," kata Ketua Umum APPMI Poppy Dharsono saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Poppy mengatakan konsep sustainable atau berkelanjutan saat ini sedang menjadi tren di kalangan anak muda yang memikirkan keberlangsungan kehidupan di masa depan. Hal-hal yang disoroti betul seperti kebersihan udara dan tidak memakai produk-produk yang berpotensi mencemari planet.

Para desainer sendiri, katanya, juga sudah mulai mengikuti tren tersebut. Tiap karya yang dibuat tidak menggunakan barang-barang yang dapat mengotori bumi seperti plastik.

"Karena baju sintetis yang terbuat dari plastik itu, itu tidak bisa habis. Mungkin butuh ratusan tahun untuk (mengurai) ini dan itu mengotori laut, sungai, di mana-mana sampah dari plastik, dari pakaian juga jadi itu yang harus kita ubah ke arah yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia melanjutkan kalaupun busana yang diciptakan menggunakan kulit hewan maka proses pembuatannya harus dikelola dengan sebaik mungkin agar tidak berdampak pada kelestarian lingkungan.

Meski demikian, Poppy tidak menampik apabila masih ada produk fesyen yang menggunakan kulit hewan. Produk itu juga digemari di sejumlah tempat seperti Eropa yang memiliki musim dingin.

Adapun jenis produk yang dinilainya bisa bertahan digunakan sampai puluhan tahun adalah fur coat (jubah berbahan bulu) yang terbuat dari bulu kambing.

"Kita perlu membuat sesuatu yang bisa menimbulkan nilai tambah, bisa memberikan pekerjaan kepada mereka (para pencari kerja) tetapi juga harus keberlanjutan," kata dia.

Sebagai desainer yang sudah berkecimpung dalam dunia fesyen selama puluhan tahun, Poppy mengaku sedang mempromosikan sebuah benang yang terbuat dari biji kapas dan berasal dari Yogyakarta.

"Ketika dijadikan benang dan ketika ditenun itu akan menghasilkan kain yang bersinar dan lembut seperti sutra. Itu harganya di bawah katun, tetapi seperti sutra dan itu tidak memiliki jejak binatang sama sekali ataupun bahan kimia," ujarnya.

Poppy yang juga menjabat sebagai Presiden Indonesia Fashion Week itu turut mengajak desainer muda untuk mulai memperhatikan tren berkelanjutan dan lebih mencintai planet yang ditinggali. Ia menekankan pentingnya untuk menggaungkan fesyen yang tidak menggunakan plastik pada produk-produk berikutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.