Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Raja Charles Puji Kanada Negara 'Kuat dan Bebas' di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

📅 Rabu, 28 Mei 2025, 14:45 WIB | Oleh:
Raja Charles Puji Kanada Negara 'Kuat dan Bebas' di Tengah Ancaman Aneksasi Trump Doc: The News
Ket. Raja Charles menyampaikan pidato penuh makna saat membuka Parlemen Kanada ke-45 di Ottawa

OTTAWA - Raja Charles III memuji Kanada sebagai negara yang "kuat dan bebas" saat menyampaikan pidatonya untuk membuka sidang parlemen di Ottawa di tengah ancaman aneksasi Presiden AS Donald Trump.

"Demokrasi, pluralisme, supremasi hukum, hak menentukan nasib sendiri, dan kebebasan adalah nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh warga Kanada, dan nilai-nilai yang ingin dilindungi oleh pemerintah," kata Raja Charles, seraya menambahkan bahwa Kanada sedang menghadapi "momen kritis."

Diiringi tepuk tangan meriah, ia melantunkan lagu kebangsaan sambil berkata, "wilayah utara sejati itu kuat dan bebas!"

Perdana Menteri Mark Carney mengundang raja Inggris berusia 76 tahun -- kepala negara Kanada karena merupakan anggota Persemakmuran -- ke Kanada, ditemani Ratu Camilla.

Raja Charles tidak pernah mengomentari secara terbuka perkataan Trump tentang menjadikan Kanada negara bagian AS ke-51, tetapi bahasanya diawasi dengan ketat untuk mencari referensi terselubung.

Meski pidato tersebut dibacakan oleh raja seolah-olah merupakan kata-katanya sendiri, pidato tersebut ditulis oleh kantor perdana menteri untuk menetapkan prioritas pemerintah dalam "membangun Kanada yang kuat" dan bagaimana cara mencapainya.

Selain ancaman aneksasi, Trump juga meluncurkan perang tarif, khususnya menargetkan Kanada.

"Sistem perdagangan global terbuka yang, meski tidak sempurna, telah membantu memberikan kesejahteraan bagi warga Kanada selama beberapa dekade, sedang berubah," kata Charles, dengan kata-kata yang hati-hati.

"Kita harus berpikiran jernih: dunia adalah tempat yang lebih berbahaya dan tidak pasti dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya sejak Perang Dunia Kedua."

Tak mau kalah, Trump pada hari Selasa mengunggah di platform TruthSocial miliknya tentang pencaplokan Kanada -- tanpa menyebut Raja Charles -- dengan menawarkan perlindungan dari sistem pertahanan rudal "Golden Dome" yang diusulkannya. 

"Saya katakan kepada Kanada, yang sangat ingin menjadi bagian dari Sistem Golden Dome kita yang luar biasa, bahwa biaya yang harus dikeluarkan adalah 61 Miliar Dollar jika mereka tetap menjadi Negara yang terpisah namun tidak setara, tetapi tidak akan mengeluarkan biaya NOL DOLAR jika mereka menjadi Negara Bagian ke-51 yang kita cintai," kata Trump, seraya menambahkan: "Mereka sedang mempertimbangkan tawaran tersebut!"

Tidak ada tanggapan langsung dari Kanada terhadap klaim Trump.

SIMBOLISME

Pidato tersebut disampaikan di Senat -- bekas stasiun kereta api yang telah dialihfungsikan sementara parlemen sedang direnovasi -- dengan dihadiri oleh mantan perdana menteri, hakim Mahkamah Agung, dan pemimpin adat yang mengenakan hiasan kepala bulu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
OJK Terbitkan Kebijakan Ada...
  • Rambut Tipis dan Mudah Lepek? Kini Ada Solusi dengan Formula Ultra Ringan
    Preview komentar:
    Keluhan BRI QLola
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PM Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Berlaku “Segera” Setelah Kedua Pihak Menandatanganinya
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Bagaimana cara menghubungi BRI QLola?
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.