Kepala BNPB Apresiasi Penanganan Cepat Dampak Gempa Bumi di Bengkulu
📅 Selasa, 27 Mei 2025, 15:49 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
BENGKULU - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengapresiasi unsur pemerintahan dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) yang mampu bergerak cepat untuk penanganan usai gempa bumi di Provinsi Bengkulu.
“Saya mengapresiasi penanganan yang cepat dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, unsur TNI-Polri yang ada di sini sangat cepat,” kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto di Bengkulu, Selasa (27/5).
Menurut dia, gempa bumi berkekuatan 6,0 magnitudo itu terjadi pada Jumat dini hari (23/5), dan pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan unsur terkait lainnya langsung turun dan memberikan pertolongan darurat pada masyarakat terdampak.
“Sehingga, pada hari ketiga setelah gempa sudah terlihat proses penanganannya, praktis tidak ada lagi rumah yang rusak berat, semuanya sudah dibersihkan (untuk dibangun ulang),” kata dia.
Tidak hanya puing bangunan, pemerintah daerah, TNI-Polri dan pihak terkait juga bergerak cepat memberikan bantuan pada masyarakat, membangun dapur umum untuk pemenuhan kebutuhan makanan saat situasi darurat gempa, menyiapkan posko pengungsian, dan pendistribusian bantuan kebutuhan selama situasi darurat setelah gempa bumi. “Sampai ada trauma healing, logistik pun saya monitor lengkap,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Letjen TNI Suharyanto menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan penanganan maksimal pemulihan setelah gempa bumi di Provinsi Bengkulu. “Presiden ingin penanganan bencana gempa ini dilakukan secara tepat, sehingga permasalahan di masyarakat bisa dipetakan secara cepat oleh pemerintah,” katanya.
Berdasarkan data terkini, terdapat 155 bangunan yang mengalami kerusakan, dengan rincian kerusakan berat, sedang, hingga ringan. Dari jumlah tersebut, 42 rumah mengalami rusak berat dan harus dirobohkan.
Meski tidak ada korban jiwa akibat gempa, satu orang dilaporkan meninggal karena serangan jantung yang tidak berkaitan langsung dengan bencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Pemerintah Pusat melalui BNPB telah menetapkan besaran bantuan Rp60 juta untuk rumah rusak berat, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp15 juta untuk rusak ringan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!