Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemunduran Pembangunan Sekolah Menjadi Sorotan

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Kemunduran Pembangunan Sekolah Menjadi Sorotan Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Gubernur Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Senin (26/5).

JAKARTA – Pembangunan beberapa gedung sekolah termasuk Sekolah Dasar (SD) di Jakarta menjadi sorotan. Ini telah menjadi temuan BPK. Untuk itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo telah menginstruksikan Dinas Pendidikan Jakarta segera merespons temuan KPK tersebut.

“Saya sudah bicara dengan Kepala Dinas Pendidikan yang baru supaya memberikan atensi atas temuan KPK,” ujar Pramono. di Jakarta, Senin. Pembangunan beberapa SD pasti ada kendala, sehingga mundur. “Harusnya kan bulan April dan Mei ini selesai,” kata Pramono.

Dia menambahkan, akan menindaklanjuti temuan KPK dan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Temuan KPK atau penegak hukum lainnya, akan kami tindak lanjuti,” katanya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan telah menemukan deviasi sebesar minus 31 persen dalam proyek pembangunan sekolah Jakarta.

Proyek tersebut merupakan bagian dari enam paket pembangunan sekolah yang berada di bawah tanggung jawab Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pendidikan Jakarta. Proyek yang terlambat antara lain pembangunan gedung SDN 01 dan 02 Cikini. Gedung Kelompok Bermain Negeri 29 Cempaka Baru. Pusat Kegiatan Belajar Mengajar Negeri 29 Cempaka Baru, dan SDN Karang Anyar 01/02/05/06/08.

Sementara itu, dua proyek yang telah selesai dan diserahterimakan pada tanggal 9 April adalah SDN Kampung Bali 01, SDN Pasar Baru 01/03/05 serta TK Negeri Sawah Besar. Awalnya, proyek ditargetkan selesai 31 Desember 2024.

Namun, Dinas Pendidikan memberikan perpanjangan waktu kepada penyedia jasa sehingga jadwal serah terima diundur menjadi 3 Mei. Setelah pengajuan adendum ketujuh, jadwal penyelesaian kembali mundur ke 22 Juni 2025.

Temuan BPK

Sementara itu, Ketua DPRD Jakarta, Khoirudin, minta Pemprov Jakarta segera menindaklanjuti rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. “Ada catatan yang perlu ditindaklanjuti dengan batas waktu 60 hari,” kata Khoirudin.

Menurutnya, Pemprov meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kedelapan berturut-turut dari BPK, patut diapresiasi. Akan tetapi kata dia, Pemprov harus segera menindaklanjuti rekomendasi BPK sesuai waktu yang telah ditetapkan.

Adapun tiga rekomendasi BPK adalah mengidentifikasi, memetakan, dan merumuskan kebijakan penggalian potensi pajak serta retribusi daerah. Juga mengusahakan penerimaan hibah uang dan barang pada satuan pendidikan melalui mekanisme APBD.

Selanjutnya, memproses kelebihan pembayaran dan denda keterlambatan sesuai ketentuan, lalu menyetorkannya ke kas daerah. Terakhir, menata aset dalam penguasaannya secara tertib. Lalu, memutakhirkan pencatatan aset tanah, fasilitas sosial, fasilitas umum.

“DPRD akan monitoring agar sebelum 60 hari catatan yang menjadi kewajiban pemprov dijalankan,” ujarnya. Khoirudin berharap, ke depan legislatif bersama eksekutif terus berkolaborasi dengan baik sehingga predikat WTP bisa selalu dipertahankan.

“Ini kolaborasi yang baik antara eksekutif dan legislatif. Ini kinerja bersama, pengawasan legislatif betul-betul maksimal. Hasilnya terpancar dari hasil BPK,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengharapkan agar raihan opini WTP delapan kali berturut-turut Laporan Keuangan dapat jadi pemantik semangat untuk terus memperbaiki pengelolaan keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.