Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dokter: Jangan Pakai Lift untuk Selamatkan Anak Saat Gempa

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 20:41 WIB | Oleh:
Dokter: Jangan Pakai Lift untuk Selamatkan Anak Saat Gempa Doc: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ket. Relawan siaga bencana mengatur murid-murid saat simulasi evakuasi gempa dan tsunami di SD Tirtonadi Batang Arau, Padang, Sumatera Barat.

JAKARTA - Dokter spesialis anak lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Abdul Chairy mengatakan naluri untuk menyelamatkan anak secepatnya seringkali muncul ketika terjadi bencana namun hendaknya jangan pernah menggunakan lift saat terjadi gempa.

"Memang ide untuk kita gunakan lift supaya bisa cepat turun, tapi masalahnya saat terjadi bencana, kabelnya bisa terbakar, korslet atau lift mati," jelas dr. Chairy saat seminar penanganan kondisi bahaya pada anak yang diselenggarakan RS Pusat Otak Nasional bekerja sama dengan UKK Emergensi dan Terapi Intensif Anak (ETIA) Ikatan Dokter Anak Indonesia Jakarta secara daring, Selasa (27/5).

Chairy menekankan bahwa meskipun lift terlihat sebagai solusi cepat, bahaya yang mengintai jauh lebih besar.

Mati listrik yang tiba-tiba, kerusakan struktural pada kabel, hingga korsleting akibat guncangan gempa, dapat membuat seseorang terjebak di dalam lift yang gelap dan pengap, bahkan berpotensi mengalami kebakaran.

Risiko terjebak di dalam lift tidak hanya sebatas ketidaknyamanan, tetapi juga dapat membahayakan nyawa.

Dalam kondisi darurat, tim penyelamat mungkin kesulitan menjangkau area lift, apalagi jika terjadi kerusakan parah pada bangunan.

"Lift itu jangan sekali-kali nekat masuk ke dalamnya kalau terjadi gempa," tegasnya.

Sebagai gantinya, dr. Chairy menginstruksikan masyarakat untuk selalu mencari tangga darurat ketika gempa terjadi.

Tangga darurat dirancang untuk menjadi jalur evakuasi yang aman dan stabil selama keadaan darurat.

Selain itu, penting juga untuk mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman di setiap bangunan yang sering dikunjungi, seperti sekolah, pusat perbelanjaan, atau tempat kerja.

Ia menambahkan, ketika gempa terjadi di mal atau pusat perbelanjaan yang dipenuhi etalase barang, orang tua bisa memandu anak untuk menghindari area yang banyak kacanya.

"Saat gempa, prinsip utama penanganan keadaan bahayanya adalah menghindari bahaya dan mencari perlindungan. Untuk itu, ada anjuran berlindung di bawah meja yang kokoh. Sedangkan terburu-buru berlari ke luar rumah tidak ditekankan atau dianjurkan," kata Chairy. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Pemadaman Listrik Berulang Ancam UMKM

26 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Pemadaman Listrik Berulang ...
Luar Negeri
Amerika Serikat dan Iran Ca...
Luar Negeri
Tiongkok Uji Terbang AWACS ...
Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

Kasus Tukiyem, Dukcapil Kota Bengkulu sebut Proses KK Memenuhi Syarat

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.