Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Ayam Goreng Widuran Jadi Pelajaran: Upaya Pemerintah Pastikan Makanan Halal dan Transparan

📅 Senin, 26 Mei 2025, 10:15 WIB | Oleh:
Kasus Ayam Goreng Widuran Jadi Pelajaran: Upaya Pemerintah Pastikan Makanan Halal dan Transparan Doc: iNews
Ket. Penampakan dari depan Restoran Ayam Widuran, Solo.

SOLO - Viralnya kasus Ayam Goreng Widuran Solo yang kini mencantumkan label non-halal di media sosial dan tempat usaha mereka, menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya upaya pemerintah dalam memastikan semua produk makanan yang beredar halal dan aman dikonsumsi oleh masyarakat, khususnya umat Muslim.

Manajemen Ayam Goreng Widuran Solo, yang telah berdiri sejak 1973, mengambil langkah cepat dengan memberikan label non-halal pada produk mereka, terutama kremes ayam goreng yang sempat viral. Karyawan Ayam Goreng Widuran, Ranto, membenarkan bahwa pengumuman ini sudah disampaikan melalui spanduk, media sosial, hingga Google Maps.

"Kebanyakan pelanggan kami sejak dulu memang nonmuslim," ujar Ranto, Minggu (25/5) kemarin. Meski demikian, rumah makan ini tetap ramai didatangi pembeli, terutama dari kalangan nonmuslim.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Ahmad Ulin Nur Hafsun, menegaskan bahwa pelaku usaha harus tunduk pada aturan terkait pencantuman keterangan halal dan haram. "Pentingnya pencantuman label non-halal untuk melindungi hak konsumen Muslim. Jadi kalau misalnya non-halal, disebutkan non-halal. Di warungnya ada tulisannya," tegas Ulin. Ia menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar kasus serupa tidak terulang, demi transparansi regulasi produk makanan.

Ulin Nur Hafsun menambahkan, seluruh pelaku usaha wajib tunduk pada regulasi Jaminan Produk Halal dan Perlindungan Konsumen. Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kepercayaan dan memastikan keamanan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Prof. Dr. Ir. Indah Susanti, M.P., seorang ahli keamanan pangan dari Universitas Sebelas Maret, juga menjelaskan pentingnya penegasan ini. "Kejadian ini menjadi pengingat bahwa transparansi informasi produk makanan adalah hak dasar konsumen. Pemerintah, melalui Kemenag dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), memiliki peran vital untuk memastikan bahwa setiap klaim halal terverifikasi dan setiap produk non-halal diberi label yang jelas. Ini bukan hanya soal agama, tapi juga kepercayaan publik dan keamanan pangan," paparnya.

Di sisi lain, Ibu Fatimah, seorang ibu rumah tangga di Solo, mengungkapkan harapannya. "Sebagai konsumen Muslim, kami sangat terbantu dengan adanya kejelasan seperti ini. Kami berharap pemerintah lebih gencar lagi melakukan pengawasan dan sosialisasi agar semua tempat makan jujur dengan status produknya. Ini penting sekali untuk ketenangan kami saat memilih makanan," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

Data Center AI Jatiluhur Ternyata Tanpa Amdal! KDM Setop Pembangunannya

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.