Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kadin: Industri Baja Perlu Dukungan Hadapi Impor

📅 Senin, 26 Mei 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kadin: Industri Baja Perlu Dukungan Hadapi Impor Doc: antara
Ket. Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyoroti kondisi industri baja nasional yang semakin tertekan akibat derasnya arus impor. Kadin menilai, tanpa dukungan konkret dari pemerintah, industri baja dalam negeri berisiko kehilangan daya saing dan kapasitas produksinya bisa terganggu.

Wakil Ketua Umum Kadin Perindustrian Saleh Husin menekankan pentingnya keberpihakan konkret agar industri baja nasional tetap bertahan dan tidak mati tergerus derasnya arus masuk baja impor ke Indonesia.

"Saat ini industri baja nasional seperti tergopoh-gopoh, terutama menghadapi serbuan membanjirnya baja impor di dalam negeri," kata Saleh dalam forum diskusi yang digelar Asosiasi Besi dan Baja Indonesia bersama Iron Steel Summit & Exhibition Indonesia 2025 ujar Saleh di Jakarta, akhir pekan lalu.

Seperti dikutip dari Antara, Saleh mengatakan industri baja adalah induk dari hampir seluruh sektor sehingga kesehatannya harus dijaga agar seluruh sektor turunannya juga dapat tumbuh dengan baik dan berkelanjutan.

Hal itu, menurutnya, menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sehingga butuh perhatian serius agar industri baja tetap kuat menghadapi tantangan dan tekanan dari luar negeri.

"Penertiban pasar sangat diperlukan agar tidak beredar baja yang tidak standar atau yang biasa kita kenal dengan besi banci yang banyak beredar di black market," ucapnya.

Selain itu, dia berharap ada pengaturan agar baja yang sudah mampu diproduksi dalam negeri tidak lagi diimpor sehingga daya saing industri baja nasional dapat makin meningkat.

"Inilah keluhan dan suara dari pelaku industri baja dalam negeri, baik melalui asosiasi maupun Kadin, tentang hal ini yang mereka sampaikan, dan memang beberapa dari mereka juga tergabung dalam Kadin Perindustrian," ucapnya.

Walaupun regulasi tentang penggunaan produk dalam negeri (P3DN) sudah ada, menurut Saleh, implementasi di lapangan masih lemah.

Agar baja nasional menjadi tuan rumah di negaranya sendiri dan dapat tumbuh berkembang, dia memandang perlu ada penegasan khusus di dalam rapat kabinet terbatas dari Presiden Prabowo.

"Hal ini agar belanja APBN, APBD, dan BUMN wajib menggunakan baja produksi dalam negeri," kata mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Langkah sinergis antara dunia usaha dan pemerintah dinilai penting demi menciptakan ekosistem industri baja yang tangguh dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.