Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Kaltim: Program Kota Sehat Perkecil Kerentanan Warga terhadap Penyakit

📅 Senin, 26 Mei 2025, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinkes Kaltim: Program Kota Sehat Perkecil Kerentanan Warga terhadap Penyakit Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Jaya Mualimin

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Jaya Mualimin menegaskan Konsep Kota/Kabupaten Sehat memiliki peran vital dalam memperkecil kerentanan warga terhadap berbagai jenis penyakit.

"Penguatan penyelenggaraan Kota/Kabupaten Sehat (KKS) menjadi pendekatan strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor dan program," katanya di Samarinda, Senin.

Jaya menyoroti pentingnya sinergi antara berbagai pihak untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif bagi kesehatan.

Menurutnya, daerah yang abai terhadap sistem penyelenggaraan KKS yang baik akan sangat rentan terhadap berbagai permasalahan kesehatan, mulai dari sanitasi buruk hingga penyebaran penyakit menular.

Oleh karena itu, lanjut dia, kemitraan yang solid antara masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor swasta, menjadi sebuah keharusan.

“Konsep Kota Sehat menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan kesehatan. Ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Diperlukan pemberdayaan, pemerataan, dan prinsip keadilan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman, nyaman, dan sehat,” tegas Jaya.

Ia menambahkan bahwa dengan memberdayakan masyarakat, kesadaran akan pentingnya hidup sehat tumbuh secara mandiri, sehingga program-program kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Jaya juga memaparkan  penyelenggaraan KKS di Indonesia memiliki dasar hukum yang kuat, yaitu melalui Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Kesehatan (Menkes). Landasan hukum ini memastikan bahwa inisiatif Kota Sehat memiliki payung hukum yang jelas dan terarah.

Selain itu konsep ini juga mengacu pada model Kota Sehat yang dikembangkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Model WHO berfokus pada enam pilar utama yang saling terkait: peace (perdamaian), planet (lingkungan), place (tempat tinggal), people (masyarakat), participation (partisipasi), dan prospering (kemakmuran).

"Keenam pilar ini menjadi kerangka kerja komprehensif dalam mencapai tujuan Kota Sehat," ujar Jaya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kelembagaan Forum KKS dan Tim Pembina di berbagai tingkatan pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan.

Untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program KKS, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga menerapkan mekanisme penilaian berjenjang melalui penghargaan Swasti Saba. Penghargaan ini terbagi dalam beberapa tingkatan, yaitu Padapa, Wiwerda, hingga Wistara Paripurna.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.