Pesona Museum Tionghoa Soekaboemi, Kisahkan Warisan Budaya Masa Lampau
Minggu, 25 Mei 2025, 20:50 WIBSUKABUMI - Sebuah museum yang khusus menyimpan berbagai peninggalan bersejarah masyarakat Tionghoa tampak berdiri di tengah hiruk-pikuknya kawasan niaga dan kuliner Kota Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi ikon baru di kota berjuluk "Nizza Van Java" atau kota yang memesona di Pulau Jawa itu.
Museum Tionghoa Soekaboemi didirikan pada 2021 oleh lima tokoh pencinta sejarah yang peduli akan pentingnya melestarikan peninggalan sejarah dan budaya Tionghoa di Kota Sukabumi, demikian disampaikan Yapsa Dinanthy, sukarelawan yang menjadi pemandu di museum tersebut pada Senin (19/5).
Yapsa, yang juga kerap disapa Ambu, menuturkan kepada Xinhua bahwa museum ini menyimpan berbagai koleksi yang memiliki nilai sejarah penting. Koleksi-koleksi tersebut berasal dari benda titipan maupun sumbangan warga Sukabumi, kolektor benda kuno, serta pemerhati budaya Tionghoa peranakan di Indonesia.
Museum yang memiliki empat lantai ini menyimpan koleksi yang beragam. Di lantai satu, kita akan disambut dengan berbagai benda, mulai dari kursi dan meja khas yang umumnya ada di rumah-rumah warga Tionghoa pada masa lampau, lukisan besar yang menggambarkan kedatangan Laksamana Cheng Ho di tanah Jawa serta gambaran kehidupan masyarakat Tionghoa di masa lalu, hingga benda-benda rumah tangga yang dahulu digunakan oleh masyarakat Tionghoa.
Sementara itu, di lantai dua kita dapat menjumpai koleksi mata uang kertas maupun koin-koin kuno yang berhasil dikumpulkan, mulai dari alat tukar pada masa Kerajaan Mataram Jawa hingga uang keluaran terbaru. Altar tempat masyarakat Tionghoa mengenang leluhur mereka juga dapat ditemukan di lantai ini, lengkap dengan peralatan untuk upacara sembahyang dan pemakaman.
Di lantai lainnya, kita juga dapat menjumpai koleksi dokumen-dokumen tua dari warga Tionghoa, serta berbagai tengkorak dan spesimen hewan buruan dari era kolonial Belanda.
Museum Tionghoa Soekaboemi menjadi tempat bagi masyarakat, khususnya di daerah Sukabumi maupun Jawa Barat, untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat Tionghoa di masa lampau dan bagaimana kontribusi mereka dalam membangun daerah tersebut. Ant
Berita Terkait:
-
Kemenperin: Penerapan IPAL Ramah Lingkungan Dukung Praktik Industri Hijau
-
Pelindung Antartika dari Pemanasan Global
-
Pemprov Lampung Perkuat Program Hilirisasi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
-
Gempa Bumi Terkini 13 Maret 2026
-
156 Pelajar Ikuti Seleksi Paskibraka 2026 di Palangka Raya
-
Bekasi, Bogor, Sukabumi Bisa Hancur Karena Efek Sesar Citarik
-
PSG Dominasi Daftar Nominasi Ballon d’Or 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.