- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemprov DKI Raih Pengharga...
Pemprov DKI Raih Penghargaan APEX Green City Champion Award dari IFC
Selasa, 04 Agu 2026, 18:05 WIBJAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meraih APEX Green City Champion Award dari International Finance Corporation (IFC), anggota World Bank Group yang berfokus pada pengembangan sektor swasta dan pembiayaan pembangunan. Penghargaan melalui program Advanced Practices for Environmental Excellence in Cities (APEX) tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Jakarta dalam mendorong kebijakan serta investasi rendah karbon.
Penghargaan diterima Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menerima Vice President, Strategy and Operation Support IFC World Bank Group, Elena Bourganskaia, di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Jakarta untuk terus mempercepat transformasi sebagai kota global yang ramah lingkungan, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
"Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi Jakarta untuk terus mempercepat transformasi menuju kota global yang hijau, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Gubernur DKI Jakarta.
Selain menjadi bentuk pengakuan internasional, penghargaan tersebut juga memperkuat kemitraan strategis antara Pemprov DKI Jakarta dengan IFC dan World Bank Group. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan pembiayaan hijau, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, peningkatan investasi sektor swasta, hingga penyusunan berbagai solusi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, dukungan dari lembaga internasional memiliki peran penting dalam mempercepat agenda pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup sekaligus memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Pemprov DKI Jakarta juga menyampaikan apresiasi atas pendampingan IFC dan World Bank Group dalam mempersiapkan penerbitan obligasi daerah yang direncanakan pada 2027. Instrumen tersebut diproyeksikan menjadi salah satu alternatif pembiayaan pembangunan sekaligus mendukung modernisasi pengelolaan fiskal daerah.
"Bagi Jakarta, inisiatif ini bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi juga menjadi tonggak penting modernisasi pengelolaan fiskal daerah menuju kota global terdepan," tutur Gubernur DKI Jakarta.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai mitra internasional, khususnya dalam mendorong mobilisasi investasi sektor swasta, pengembangan mekanisme pembiayaan iklim, serta pelaksanaan berbagai proyek hijau yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Jakarta dalam memperkuat pembangunan rendah karbon sekaligus meningkatkan daya saing sebagai kota global. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap berbagai proyek strategis dapat mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.
"Sebagai Gubernur Jakarta, saya berharap kemitraan ini terus berkembang melalui implementasi proyek-proyek strategis yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat," pungkasnya.
- World Bank
- Kota Hijau
- Pemprov DKI Jakarta
- Pembangunan Rendah Karbon
- Pembiayaan Hijau
- obligasi daerah
- International Financial Center (IFC)
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Jakarta IP Market 2026 Resmi Dibuka, Dorong IP Lokal Tembus Global
-
Color of Jakarta 2026: Gubernur Pramono Janjikan Transportasi Gratis 5 Hari di HUT 500 Jakarta
-
Sektor Swasta Gandeng Pemda Terapkan "Pertanian Hijau"
-
Jakarta Robotic Games Jadi Agenda Tahunan, Gubernur Pramono: Cetak Talenta AI
-
Pemprov DKI Resmikan LRT Jakarta Velodrome-Manggarai pada Agustus 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.